Abortus, Menstrual Regulation, dan Eugenetika

Abortus, Menstrual Regulation, dan Eugenetika

Abortus, Menstrual Regulation, dan Eugenetika

Abortus, Menstrual Regulation, dan Eugenetika

Pengertian

Abortus

Menurut bahasa abortus berasal dari bahasa inggris yaitu abortion yang berarti gugur kandungan atau keguguran. Sedangkan dalam bahasa arab disebut isqatulhamli (pengguran kandungan yang sudah tua atau sudah bernyawa) atau alijhadu (pengguguran kandungan yang masih muda)Menurut sumber lain abortus berarti keguguran,pengguguran kandungan atau membuang janin, sedangkan menurut istilah kedokteran pengakhiran kehamilan sebelum masa gestasi (kehamilan) 28 minggu atau sebelum janin mencapai berat 1.000 gram. Dalam istilah hukum aborsi berarti penghentian kehamilan atau matinya janin sebelum waktunya kelahiran.

Menurut Sardikin Ginaputra dari fakultas Kedokteran Universitas Indonesia memberi pengertian aborsi sebagai pengakhiran kehamilan atau hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan. Kemudian menurut Maryono Reksodiputra dari fakultas Hukum Universitas Indonesia, aborsi adalah pengeluaran hasil konsepsi dari rahi sebelum waktunya.

Dari pengertian diatas dapat dikatakan, bahwa abortus adalah suatu perbuatan buruk mengakhiri masa kehamilan dengan mengeluarkan janin dari kandungan sebelum janin itu dapat hidup diluar kandungan.

Menstrual Regulation

Menstrual regulation secara harfiah artinya pengaturan menstruasi atau haid. Tetapi dalam praktiknya mentrual regulation ini dilaksanakan terhadap wanita yang terlambat waktu menstruasi dan berdasarkan pemeriksaan dalam laboratorium ternyata positif dan mulai mengandung. Dengan demikian, bahwa menstrual regulation itu pada hakikatnya merupakan abortus Provocatus Criminalis, yaitu abortus yang dilakukan bukan atas dasar indikasi medis, sekalipun dilakukan oleh dokter. Hal ini berarti,menstrual regulation pada hakikatnya adalah pembunuhan janin secara terselubung.

Abortus dan menstrual regulation pada hakikatnya adalah pembunuhan janin secara terselubung, oleh karena itu berdasarkan KUHP Pasal 299, 346, 348, dan 349 negara melarang abortus dan menstrual regulation diantaranya yaitu:

Pasal 299 ayat 1, 2 dan 3

“Barang siapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruhnya supaya diobati, dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan, bahwa karena pengobatan itu hamilnya dapat digugurkan, diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun atau denda paling banyak tiga ribu rupiah”.

“Jika yang bersalah, berbuat demikian untuk mencari keuntungan, atau menjadikan perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan, atau jika ia seorang tabib, bidan, juru obat pidananya dapat ditambah sepertiga”.

“Jika yang bersalah, melakukan kejahatan tersebut dalam menjalankan pencarian, maka dapat dicabut haknya untuk melakukan pencarian itu”.

Pasal 346

“Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.”

Pasal 347 ayat 1 dan 2

“Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematika kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun.”

“Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana penjara paling lama 15 tahun.”

Pasal 348 ayat 1 dan 2

“Barang siapa dengan sengaja menggugurkan kandungan atau mematikan seorang wanita dengan persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan”.

“Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut dikenakan pidana penjara 7 tahun”.

Pasal 349

“Jika seorang dokter, bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan yang tersebut pasal 346  ataupun melakukan atau membantu melakukan slalah satu kejahatan yang diterangkan pada pasal 347, 348 maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana menjalankan kejahatan”.

Berdasarkan KUHP diatas sanksi hukumannya cukup berat, bahkan hukumannya tidak hanya ditujukan kepada wanita yang bersangkutan, tetapi semua orang yang terlibat dalm kejahatan ini dan dapat dituntut, seperti dokter, dukun bayi, tukang obat, dan sebagainya yang mengobati atau yang menyuruh atau yang membantu atau yang melakukannya sendiri.[1

Eugenetika

Eugenetika adalah seolah seperti suatu pengharapan yang berlebih, seolah-olah melebihi apa yang terjadi pada kenyataannya, atas takdir Allah SWT. Contoh: Setiap orang ingin wajahnya cantik, ganteng, dan apabila hal itu berjalan dengan seiring waktu, tentu akan menimbulkan suatu dorongan / kecenderungan agar pada diri dan generasi kita berikutnya, sama seperti yang diharapkan.

 

Sumber :https://ngelag.com/