BENTURAN NU DAN PKI 02

Asal-Usul Konflik antara NU dan PKI

· Perbedaan Epistemologi dan Ideologi

Islam adalah agama yang berdasarkan pada kepercayaan pada Tuhan yang Maha Esa, yang mempercayai alam ghaib dan akhirat atau adanya hidup sesudah mati. Selain itu mengajarkan seperangkat aturan yang disebut dengan syariat sebagai tuntunan dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

Hal itu sangat berbeda dengan Marxisme, Leninisme, dan komunisme yang berpijak pada filsafat materialisme, yang menganggap bahwa hanya satu benda (materi). Di situ tidak ada hal yang diluar materi1. Tuhan sebagai hal yang imateri dianggap tidak ada. Karena itulah kepercayaan dasar Marxisme adalah atiesme. Sementara Marxisme lahir dari gua garba filsafat Barat yang berawal dari renaisans, yang berangkat dari ketidakpercayaan pada agama dengan berpijak pada akal pikirannya bisa menguasai segala-galanya. Berbeda dengan kepercayaan agama yang menempatkan Tuhan sebagai pusat kehidupan, sehingga dirumuskan dalam sebuah diktum; man is measure of the all of thing (manusia menjadi ukuran segala sesuatu). Kebaikan dan keburukan suatu hal diukur dari manfaat dan madlorot bagi akal manusia. Di situ tidak ada pertimbangan agama. Manusia menjadi pusat segalanya, inilah yang disebut pemikiran humanis dan humanisme yang bersifat antroposentris2. Lahirnya humanisme barat adalah dalam rangka melawan teosentrisme, karena itu watak dasar humanisme ini adalah indivudualis, liberal dan ateis

· Perbedaan Kultur

Komunisme dan Kolonialisme barat memiliki agenda yang sama di samaping menjajah adalah melakukan westernisasi terhadap kebudayaan Nusantara. Semua pengalaman Barat, pemikiran Barat itu hendak dikembangkan di Indonesia dalam sebuah misi sivilisasi, atau pemberadaban bangsa-bangsa Timur. Kolonialisme dengan mendirikan berbagai sekolah baik sebelum maupun setalah Politik Etis telah mengajarkan sekularisme dan juga individualisme yang terselubung dalam berbagai mata pelajaran mualai filsafat, biologi, bahasa, budaya, sejarah hingga administrasi.

Dengan agenda itu mereka mampu menciptakan kelas ambtenaar yang setia pada Belanda dan menggunakan simbol Belanda dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dari kelompok terpelajar produk pendidikan Belanda itu muncul kelompok kecil yang dididik secara khusus oleh kelompok Sosial Demokrat atau yang disebut kelompok liberal. Kelompok sosialis di bawah bimbingan Sneevliet seorang aktivis kiri dari Belanda itu membina orangorang Indonesia seperti Semaun, Alimin, Muso dan sebagainya

kemudian berkembang menjadi komunis. Dari situ kelihatannbahwa antara liberaslime dengan komunisme itu sama sama darinBarat yang dikembangkan oleh orang-orang Belanda sendiri yang berbeda haluan beda strategi dalam meraih kepentingan. Itulah yang dicium oleh KH Saifuddin Zuhri bahawa perlawanan terhadap komunisme harus sejalan dengan perlawanan terhadap liberalisme karena keduanya berlandaskan pada asas yang sama yaitu materialisme dan ateisme.

· Perbedaan Politik

Perbedaan NU dengan PKI semakin mencolok dalam bidang politik, kalau NU lebih mengutamakan harmoni atau ishlahil ummah (untuk kesejahteraa rakyat) lahir dan batin. Sebaliknya PKI membangun sistem politik yang kontradiktif bahkan konfrontatif di tengah masyarakat Nusantara yang harmoni. Perbedaan itu juga menjadi hambatan tersendiri bagi perkembangan politik PKI. Walaupun di sementara waktu hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum muda yang agresif. Tetapi radikalisme seperti itu akan selalu hanya bisa diikuti sedikit orang, dan itupun bersifat temporal, mayoritas selalu menghendaki hidup damai. Saling menyerang dihadapan umum masih dianggap tabu dalam tradisi politik bangsa Indonesia. Tradisi politik yang dikembangkan PKI tidak melahirkan ketenteraman malah mengundang terjadinya benturan antar masyarakat antar tradisi.

Recent Posts