Diinisiasi Akademisi, Rumah Kajian Sosial Politik Hadir di Jambi

Diinisiasi Akademisi, Rumah Kajian Sosial Politik Hadir di Jambi

Diinisiasi Akademisi, Rumah Kajian Sosial Politik Hadir di Jambi

Diinisiasi Akademisi, Rumah Kajian Sosial Politik Hadir di Jambi

Siswa-siswi SD Negeri 2 Cangkring, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal saat ini

dihantui rasa takut saat belajar. Tembok di ruang kelas yang mereka gunakan mengalami retak-retak.
Saat PanturaPost menyambangi sekolah tersebut, Sabtu (11/1/2020), ada 3 ruang kelas yang kondisinya memprihatinkan. Yakni kelas IV, Va, dan Vb. Tembok ruang kelas itu kondisinya cukup parah.
Di ruang kelas Va misalnya, terlihat di sudut belakang dan depan terdapat retakan tembok yang cukup besar. Ada penyangga atau pengapit dari bambu di sana. Kondisi yang sama juga terjadi di ruang kelas Vb. Namun karena kondisinya lebih parah, ruangan dikosongkan.
SD N Cangkring 2 TEgal 4.jpg
Ruang kelas di SD Negeri 2 Cangkring, Kecamatan Talang, rusak. (Foto: Bentar)
Sementara itu, di ruang kelas IV, bagian depan ruangan retak dan juga diapit dengan bambu. Tak hanya itu, tembok ruangan kelas IV, Va, dan Vb di belakang bagian luar disangga dengan 6 bambu besar.

Kepala sekolah SD Negeri 2 Cangkring, Cecep Arsad, mengatakan ada 77 siswa

dari 2 kelas yang menggunakan ruangan itu untuk belajar. Pihak sekolah terpaksa menyangga dinding kelas karena belum mampu memperbaikinya.

Dia pun khawatir, kondisi tersebut membahayakan keselamatan siswa-siswinya.

Menurut dia, dulu pada 2003, deretan bangun ruang kelas IV dan V pernah ambruk dan menelan korban jiwa.
SD N Cangkring 2 TEgal 5.jpg
Ruang kelas di SD Negeri 2 Cangkring, Kecamatan Talang, rusak. (Foto: Bentar)
“Maka dari itu agar tidak terulang lagi kami dari pihak sekolah sudah mengajukan usulan ke Pemkab Tegal agar segera memperbaiki ruang kelas tersebut,” kata dia kepada PanturaPost.
Namun, setelah pengajuan ke dinas terkait, mereka mendapatkan jawaban, bahwa ruang kelas bisa diperbaiki di tahun anggaran 2021. Menurutnya, itu waktu yang cukup lama, sedangkan kondisi ruang kelas sudah semakin memprihatinkan.
“Tembok retak di tiga kelas itu sudah terjadi 4 bulan jalan ini, awal retaknya pada Oktober, dan pada awal Desember retaknya tambah parah. Inilah kondisi sekolah kami,” katanya sambil menunjukkan tembok retak di sekolahnya.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/