Dinkes Minta Masyarakat Waspadai Fogging Liar

Dinkes Minta Masyarakat Waspadai Fogging Liar

Dinkes Minta Masyarakat Waspadai Fogging Liar

Dinkes Minta Masyarakat Waspadai Fogging Liar

Terkait naiknya penderita pasien DBD di wilayah Gresik, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat meminta masyarakat agar memwaspadai fogging liar (swasta).

Plt Sekretaris Dinkes Gresik dr Mukibatul Khusnah menuturkan, penyemprotan (Fogging) yang dilakukan instansinya tidak berbayar alias gratis karena didanai pemerintah. Jadi masyarakat tidak dibebani biaya. Lokus tempat yang disemprot adalah tempat yang memang sudah ditetapkan sebagai daerah endemic demam berdarah dengue dimana sudah ada penderita positif DB dan telah direkomendasi dari Puskesmas setempat.

“Bila ada pihak swasta yang melakukan penyemprotan kemudian meminta uang usai

menyemprot dipastikan hal itu bukan dari Dinkes Gresik. Masyarakat diminta untuk melaporkan ke Puskesmas setempat atau ke Dinkes,” ujarnya, Jumat (25/01/2019).

Khusnah menambahkan, bahwa dalam melakukan penyemprotan tidak asal semprot dan asal beruap (mengeluarkan uap).
Baca Juga:

Satu Nyawa Warga Sampang Melayang Akibat DBD
Pemkab Bojonegoro Diminta Cekatan Atasi Ancaman DBD
Kasus DBD di Jatim: 52 Meninggal, Ini Desakan DPRD
Soal DBD, Kadinkes Jatim Minta PSN di Kabupaten Kediri Ditingkatkan

“Ada obat yang digunakan harus betul-betul manjur, bermanfaat dan aman. Komposisi obat dan bahan lain sebagai media penyemprotan harus sesuai. Dan yang penting lagi, obat tersebut harus sesuai standard WHO maupun Kementerian Kesehatan RI dan dapat dipastikan membunuh nyamuk,” tambahnya.

Selama bulan Januari 2018, Dinkes Gresik sudah melakukan penyemprotan di 12

titik daerah endemik DBD.

Masih menurut Khusnah, ada 12 titik daerah endemis tersebut yaitu di Desa Ngabetan, Desa Iker-Iker Geger, Wedani, Guranganyar 4 titik tersebut berada di Kecematan Cerme. Di Kecamatan Benjeng meliputi Desa Sirnoboyo pada 2 titik, Munggugebang dan Desa Klampok. Selanjutnya, Desa Klotok Balongpanggang, Desa Kertosono Sidayu, Desa Kemangi Bungah, Kelurahan Gending Kecamatan Gresik.

“Tahun 2019, kami diberi anggaran fogging untuk 75 titik atau 150 focus. Biasanya

Untuk pemberantasan mewabahnya DBD, kami tidak merekomendasikan penyemprotan. Penyemprotan hanya dilakukan pada daerah endemis dimana sudah ada penderita positif DBD,” ungkapnya.

 

Sumber :

https://www.ram.co.id/