Faktor-faktor Manajemen Diri Dalam Belajar

Motivasi Belajar

Secara garis besar motivasi belajar merupakan segala sesuatu yang mendorong siswa untuk belajar dengan baik. Menurut Sadirman A. M dalam bukunya ia menyatakan bahwa “Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar dapat tercapai.” (Sardiman: 2004). Macam-macam Motivasi belajar:

1)      Motivasi Intrinsik, adalah motivasi yang berasal dari dalam diri anak itu sendiri. Dorongan ini datang dari “hati sanubari”, umumnya karena kesadaran akan pentingnya belajar. Macam-macam motivasi intrinsik yaitu:

  1. a)Kebiasaan belajar
  2. b)Kepribadian siswa
  3. c)Prestasi
  4. d)Memori/ingatan
  5. e)Bakat/kemampuan, dll.

2)      Motivasi Ekstrinsik, adalah motivasi atau tenaga-tenaga pendorong yang berasal dari luar anak. Dorongan yang datang dapat berasal dari orang tua, guru, teman. Dan anggota masyarakat lain.

Macam-macam motivasi ekstrinsik:

  1. a)Dorongan berupa hadiah, pujian, penghargaan, dan hukuman
  2. b)Persaingan atau kompetisi antar siswa
  3. c)Pengaruh lingkungan sosial yang meliputi lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan teman
  4. d)Pengaruh budaya dan adat istiadat
  5. e)Pengaruh lingkungan fisik, misalnya kondisi rumah dan suhu udara
  1. Minat Belajar

Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa tertarik pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri sdengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat. (Pius Partanto: 1985)

Minat belajar adalah aspek psikologi seseorang yang menampakan diri dalam beberapa gejala, seperti: gairah, keinginan, perasaan suka untuk melakukan proses perubahan tingkah laku melalui berbagai kegiatan yang meliputi mencari pengetahuan dan pengalaman, dengan kata lain minat belajar itu adalah perhatian, rasa suka, ketertarikan seseorang (siswa) terhadap belajar yang ditunjukan melalui keantusiasan, partisipasi, dan keaktifan dalam belajar.

Langkah untuk mengembangkan minat belajar:

1)      Guru dituntut untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa

2)      Guru dituntut untuk berkepribadian baik

3)      Orang tua menemani anaknya ketika belajar

4)      Membiasakan anak belajar rutin dan sedikit demi sedikit

  1. Emosional Belajar

Emosional berasal merupakan gabungan dari dua kata, yaitu emosional dan belajar. Emosional berasal dari kata emosi, secara bahasa emosi berasal dari kata motion, yang berati gerak. (Ahmad Kahfi: 2008)

Secara istilah sebagaimana diungkapkan oleh Crow & Crow, yang dikutip oleh H. Sunarto dan B. Agung Hartono, “emosi adalah pengalaman efektif yang disertai penyesuaian diri dalam diri individu tentang keadaan mental dan fisik dan berwujud suatu tingkah laku yang tampak”.

Emosional belajar adalah pengalaman efektif yang kuat dan di tandai oleh perubahan-perubahan fisik dalam hal belajar. Pada intinya emosional belajar adalah kemauan belajar. Macam-macam emosi termasuk emosi belajar:

1)      Takut: cemas, gugup, khawatir, was-was, waspada, tidak tenang, ngeri, kecut, dan panik.

2)      Amarah: beringas, mengamuk, benci, marah, jegkel, kesal hati, terganggu, rasa pahit, berang, tersinggung, bermusuhan.

3)      Kesedihan: pedih, sedih, mursm, ditolak, kesepian, putus asa, dan depresi berat.

4)      Kenikmatan: bahagia, gembira, riang, ringan, puas, senang, terhibur, bangga, kenikmatan indrawi, takjub, terpesona, rasa puas, rasa terpenuhi, kegurangan luar biasa.

5)      Cinta: penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, kasmaran, kasih.

6)      Terkejut: terkejut, terkesiap, terpana, tekjub.

7)       Jengkel: hina, jijik, muak, mual, benci, tidak suka, ingin muntah.

8)      Malu: rasa salah, malu hati, kesal hati, sesal, hina, aib, dan hancur lebur.

Macam-macam emosi tersebut merupakan macampmacam emosi secara umu, namun jika dikaitkan dengan situasi belajar, dengan karakter setiap siswa yang sedang berkembang emosinya diharapkan mamp umengendaikan gejolak emosi tersebut dan dapat menjadi dirinya sendiri.

Sumber: https://carbomark.org/