Faktor Pertimbangan dalam Perencanaan Sistem

Agar sistem informasi bekerja secara tepat, kita harus mengelola secara aktif, menyesuaikan teknologi dengan situasi, dan menerima tanggung jawab baik untuk sukses atau kegagalannya. Tidak ada formula tentang faktor-faktor organisasi yang harus dipegang dan diyakini. Kita dapat memerinci faktor-faktor untuk mempertimbangkan rencana-rencana sistem. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut (Husein dan Wibowo, 2002):

  1. Lingkungan di mana organisasi harus melakukan fungsi.
  2. Struktur organisasi hirarki, spesialisasi, standar prosedur operasi.
  3. Budaya dan politik organisasi.
  4. Tipe organisasi.
  5. Kemampuan mendukung dan memahami top manajemen.
  6. Level organisasi dimana sistem diadakan.
  7. Kelompok kepentingan utama yang dipengaruhi sistem.
  8. Jenis tugas dan keputusan dalam mana sistem informasi didesain.
  9. Sentimen dan sikap karyawan dalam organisasi yang akan menggunakan sistem informasi.
  10. Riwayat organisasi: investasi dalam bidang teknologi informasi yang telah dilakukan, skill yang dimiliki, program-program penting, dan sumberdaya manusia.

3.4 Pendekatan Pengembangan Sistem Informasi

  1. Pendekatan Konvensional
  • Pemahaman masalah didasarkan pada pelaksanaan prosedur kerja.
  • Pelaksanaan pengembangan diawali dengan melihar alur dokumen dari satu bagian organisasi ke bagian organisasi lainnya, selanjutnya ditentukan proses–proses pengolahan datanya.
  • Secara historis digunakan untuk mengembangkan sistem pengolahan transaksi yang ada di sistem fisik.
  1. Pendekatan Funsional
  • Dekomposisi permasalahan dilakukan berdasarkan fungsi atau proses secara hiraki, mulai dari konteks sampai proses–proses paling kecil (top down).
  • Pengembangan dilaksanakan dengan melihat fungsi atau proses yang harus dilaksanakan oleh sistem, data yang menjadi masukan dan keluaran, sumber dan tujuan data, serta tempatpenyimpanan data.