Gubenur Jatim PPDB 2019 Pakai Sistem Zonasi

Gubenur Jatim: PPDB 2019 Pakai Sistem Zonasi

Gubenur Jatim PPDB 2019 Pakai Sistem Zonasi

Gubenur Jatim PPDB 2019 Pakai Sistem Zonasi

Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa memastikan tetap

menerapkan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK).

Hal tersebut disampaikan orang nomor di Provinsi Jawa Timur di sela kunjungan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) 07 di Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Rabu (17/4/2019) kemarin. Namun, Pemprov Jatim akan merombak pembagian kuota penerimaan dengan memperbanyak luar zona.

“PPDB iku onok zonasine (ada zonasinya, red). Dasar zonasinya itu adalah

keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Sekolah akan membuka kuota sebanyak 90 persen dari calon siswa yang berada di dalam wilayah zona,” ungkapnya.
Baca Juga:

Sistem Zonasi PPDB Diduga Diakali Pakai Surat Keterangan Domisili
DPRD Jember: Tambah Pagu, Pengumuman PPDB SMP Diundur

Masih kata Gubernur, tahun 2019 ini terdapat perbedaan dengan peningkatan kuota luar zona yang sebelumnya 5 persen, kini bertambah menjadi 10 persen. Termasuk di dalamnya diisi dari jalur prestasi 5 persen dan jalur perpindahan tugas orang tua atau wali murid 5 persen.

“Jadi kalau ada orang tua yang pindah tugas diberikan ruang 5 persen untuk masuk

di luar zonanya. Sudah di-breakdown juga dengan keputusan gubernur,” jelas perempuan yang juga menjadi Ketua PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ini.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan!Dispendik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten/Kota Mojokerto, Mariyono menambahkan, sistem zonasi hanya berlaku bagi jenjang SMA Negeri saja. “Untuk lulusan SMP nanti bisa mengakses pendaftaran di semua SMKN tanpa ada batasan,” ujarnya.

 

Sumber :

https://justpaste.it/weddinginvitation