HADITS PERTAMA

Table of Contents

HADITS PERTAMA :

HADITS PERTAMA

Sifat mandi junub dalam hadits ‘Aisyah adalah sebagai berikut : “Bahwasanya Nabi kalau mandi dari janabah maka beliau memulai dengan mencuci kedua telapak tangannya –dalam riwayat Muslim, kemudian beliau menuangkan (air) dengan tangan kanannya keatas tangan kirinya lalu beliau mencuci kemaluannyakemudian berwudhu sebagaimana wudhunya untuk sholat kemudian memasukkan jari-jarinya kedalam air kemudian menyela dasar-dasar rambutnya sampai beliau menyangka sampainya air kedasar rambutnya kemudian menyiram kepalanya dengan kedua tangannya sebanyak tiga kali kemudian beliau menyiram seluruh tubuhnya. (HR. Bukhary-Muslim).

Dalam hadits diatas tidak disebutkanpensyaratan niat, namun itu tidaklah berarti gugurnya pensyaratan niat tersebut karena telah dimaklumi dari dalil-dalil lain menunjukkan disyaratkannya niat itu dan telah kami sebutkan sebagian darinya dalam pembahasan

diatas. Maka dari hadits ‘Aisyah diatas dapat disimpulkan sifat mandi junub sebagai berikut :

  1. a)Mencuci kedua telapak tangan. Dan ada keterangan dalam salah satu riwayat Muslim dalam hadits ‘Aisyah ini bahwa telapak tangan dicuci sebelum dimasukkan ke dalam bejana.
  1. b)Menuangkan air dengan tangan kanannya keatas tangan kirinya lalu mencuci kemaluannya.
  1. c)Kemudian berwudhu dengan wudhu yang sempurna sebagaimana berwudhu untuk sholat.
  1. d)Kemudian memasukkan kedua tangan kedalam bejana, kemudian menciduk air dari satu cidukan dengan kedua tangan tadi, kemudian menuangkan air tadi diatas kepala. Kemudian memasukkan jari-jari diantara bagian-bagian rambut dan menyela-nyelainya sampai ke dasar rambut di kepala.
  1. e)Kemudian menyiram kepala tiga kali dengan tiga kali cidukan. Dan diterangkankan dalam hadits ‘Aisyah riwayat Muslim: “Adalah Nabi bila mandi dari junub, maka beliau meminta sesuatu (air) seperti Hilab (semacam kantong yang dipakai untuk menyimpan air susu yang diperah dari binatang), kemudian beliau mengambil air dengan telapak tangannya maka beliau memulai dengan bagian kepalanya sebelah kanan kemudian yang kiri, kemudian beliau (menuangkan air) dengan kedua tangannya diatas kepalanya”.
  1. f)Kemudian menyiram air kesemua bagian tubuh sampai menyentuh seluruh kulit, berdasarkan hadits: ”Dibawah setiaprambut junub, maka siramlah rambut dan ratakanlah air  itu keseluruh kulit”. (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi).

HADITS KEDUA

Sifat mandi junub dalam hadits Maimunah bintul Harits . adalah sebagai berikut:

“Saya meletakkan untuk Rasulullah air mandi janabah maka beliau menuangkan dengan tangan kanannya diatas tangan kirinya dua kali atau tiga kali kemudian mencuci kemaluannya kemudian menggosokkan tangannya di tanah atau tembok dua kali atau tiga

kali kemudian berkumur-kumur dan istinsyaq (menghirup air) kemudian mencuci mukanya dan kedua tangannya sampai siku kemudian menyiram kepalanya kemudian menyiram seluruh tubuhnya kemudian mengambil posisi/tempat, bergeser lalu mencuci kedua kakinya kemudian saya memberikan padanya kain (semacam handuk-pent.) tetapi beliau tidak menginginkannya lalu beliau menyeka air dengan kedua tangannya. (HR. Bukhari-Muslim).

Dalam sifat mandi junub riwayat Maimunah diatas berbeda dengan sifat mandi junub dalan hadits ‘Aisyah pada beberapa perkara :

  1. Dalam hadits Maimunah ada tambahan menggosokkan tangan ke tanah atau tembok.
  1. Dalam hadits Maimunah tidak ada penyebutan menyela-nyelai rambut.
  1. Dalam salah satu riwayat Bukhary-Muslim pada hadits Maimunah ada penyebutan bahwa kepala disiram tiga kali, namun tidak diterangkan cara menuangkan air diatas kepala sebagaimana dalam hadits ‘Aisyah .
  1. Juga riwayat diatas menunjukkan bahwa tidak ada pengusapan kepala dalam hadits Maimunah . Yang ada hanyalah menyiram kepala tiga kali.
  1. Dalam hadits Maimunah mencucikan kaki dijadikan pada akhir mandi sedangkan dalam hadits ‘Aisyah mencuci kaki ikut bersama dengan wudhu.

Sumber: https://gurupendidikan.org/