IGI Minta Kuota CPNS Guru NTB Diperbanyak

IGI Minta Kuota CPNS Guru NTB Diperbanyak

IGI Minta Kuota CPNS Guru NTB Diperbanyak

IGI Minta Kuota CPNS Guru NTB Diperbanyak

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim, mengapresiasi pemberian tunjangan khusus bagi para guru yang terkena dampak gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat selama enam bulan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Meski demikian, ia menuturkan, sebaiknya pemerintah mempertimbangkan kehidupan guru setelah enam bulan tersebut. Khususnya, para guru honorer dan guru tidak tetap (GTT) yang tidak memiliki penghasilan tetap layaknya guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

Untuk mempertimbangkan kesejahteraan para guru honorer dan GTT, Ramli mengharapkan, pemerintah mau memberikan perhatian lebih. Artinya, kuota pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi guru sebaiknya memprioritaskan guru daerah bencana. Ia berharap, kuota CPNS guru untuk wilayah NTB diperbanyak.

“Tunjangan ini bentuk perhatian dari pemerintah. Tapi harus dilihat bagaimana

kehidupan para guru ini setelah enam bulan, khususnya para guru honorer dan GTT. Kalau guru PNS tentu mereka akan memiliki pendapatab tetap sehingga lebih tertata hidupnya,” kata Ramli saat dihubungi SP, Kamis (13/9) pagi.

Jika tidak memiliki kuota untuk menjadi PNS bagi guru di daerah bencana, Ramli mengharapkan, pemerintah menyediakan skema khusus untuk guru kontrak di daerah bencana, atau ada perubahan sistem kontrak.

“Selama ini para guru dikontrak pemerintah hanya satu atau dua tahun. Kami (IGI, red) berharap ada perubahan. Setidaknya mereka dikontrak selama lima tahun sehingga dapat menata kehidupannya dan bisa fokus untuk mengajar,” kata Ramli.
Sementara itu, Kemdikbud telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5,9 miliar untuk tunjangan khusus guru terdampak gempa NTB.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan,

tunjangan itu bertujuan untuk memotivasi para guru kembali beraktivitas seusai gempa yang melanda NTB belum lama ini

Muhadjir menuturkan, tunjangan khusus tersebut diberikan kepada guru mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) selama enam bulan terhitung sejak Minggu (9/9). Ada pun besarannya untuk guru PNS akan diberikan Rp 1,5 juta/bulan dan guru honorer senilai Rp 2 juta/bulan.

Muhadjir mengatakan, dana tersebut dapat dicairkan di Bank Rakyat Indonesia (BRI) atas nama masing-masing guru. Maka, ia mengimbau bagi guru terkena dampak gempa apabila belum terdaftar untuk segera mendaftarkan diri.

Sementara itu, berdasarkan data Kemdikbud, jumlah guru yang terdaftar dampak

gempa sejauh ini ada 5.298 guru. Dengan rincian, untuk guru di Lombok Barat ada 28 guru dengan total tunjangan Rp 300 juta, Lombok Timur ada 2.480 guru dan total tunjangan Rp 26,4 miliar dan Lombok Utara untuk 2.743 guru dengan total tunjangan Rp 29 miliar.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/