Jenis-Jenis Puskesmas Menurut Departemen Kesehatan

Terdapat dua style puskesmas menurut Departemen Kesehatan RI (2001) yaitu puskesmas perawatan dan puskesmas nonperawatan.

a. Puskesmas Perawatan (Rawat Inap)

Dalam rangka mengembangkan sarana kesehatan, Provinsi Jawa Timur mengupayakan mengembangkan fungsi sarana puskesmas yaitu puskesmas non perawatan dan puskesmas perawatan (rawat inap). Menurut Setiawan (2012) upaya Provinsi Jawa Timur tersebut punya tujuan untuk menaikkan akses masyarakat didalam perawatan dan pengobatan. Puskesmas rawat inap didefinisikan pula sebagai puskesmas yang dilengkapi ruangan tambahan dan sarana untuk menyelamatkan pasien kritis darurat dan tindakan yang diberikan adalah tindakan operatif terbatas dan rawat inap selagi (Effendi, 2009). Rawat inap pasien ditunaikan paling sedikit 24 jam perawatan.

Puskesmas Perawatan adalah Puskesmas yang berdasarkan Surat Keputusan Bupati atau Walikota mobilisasi fungsi perawatan dan untuk mobilisasi fungsinya diberikan tambahan ruangan dan sarana rawat inap yang sekaligus merupakan pusat rujukan pada (Departemen Kesehatan RI, 2007).

Puskesmas perawatan (rawat inap) berguna sebagai pusat rujukan pasien yang kritis darurat sebelum dibawa ke tempat tinggal sakit. Tindakan operatif terbatas layaknya kecelakaan lalu lintas, persalinan bersama penyulit dan penyakit lain yang bersifat kritis darurat. Puskesmas perawatan sebagai puskesmas rawat inap tingkat pertama memberi tambahan layanan kesegaran yang meliputi observasi, diagnosa, pengobatan, rehabilitasi medik bersama tinggal di ruang rawat inap puskesmas (Kepmenkes nomer 28/MENKES/SK/IX/2008).

b. Puskesmas Non Perawatan

Jenis Puskesmas non perawatan hanya jalankan layanan kesegaran rawat jalan (Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Telkom, 2012). Permenkes No.029 th. 2010 menyebutkan aktivitas di layanan kesegaran rawat jalan yaitu observasi, diagnosis, pengobatan, dan atau layanan kesegaran lainnya tanpa dirawat inap.

Baca Juga :