Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Hubungan Evolusinya

Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Hubungan Evolusinya

Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Hubungan Evolusinya

Berdasarkan hubungan evolusinya, bakteri dikelompokan menjadi 12 filum. Namun, kali ini hanya empat filum yang dikenal umum yang akan dibahas.


Keempat filum itu adalah Proteobacteria, Bakteri Gram Positif, Spirocheta, dan Cyanobacteria.


  • Proteobacteria

Proteobacteria merupakan filum utama bakteri. Filum ini meliputi bermacam-macam patogen, misalnya : Escherichia, Salmonella, Vibrio, dan Helicobacter.


Anggota Proteobacteria yang lainnya hidup bebas atau bersimbiosis di antaranya adalah, bakteri-bakteri pengikat nitrogen, misalnya Nitrosomonas. Rhizobium, dan Agrobacterium tumefaciens. Bakteri-bakteri anggota filum ini memiliki bentuk yang sangat bervariasi.


Semua Proteobacteria merupakan bakteri Gram negatif dengan membran terluar tersusun atas lipopolisakarida. Sebagian besar Proteobacteria bergerak menggunakan flagella, tetapi yang lainnya tidak bergerak atau bergerak meluncur.


Bakteri yang bergerak meluncur meliputi Myxobacteria, yaitu suatu kelompok bakteri unik yang dapat berkumpul membentuk tubuh buah multiseluler.


Proteobacteria juga memiliki bermacam-macam tipe metabolisme meliputi fotoautotrof, kemoautotrof, dan kemoheterotrof. Sebagian besar anggotanya merupakan organisme anaerob fakultatif atau obligat. Proteobacteria menempati banyak relung ekologis.


  • Bakteri Gram Positif

Tidak semua anggota kelompok ini merupakan bakteri Gram positif. Ada beberapa spesies yang merupakan Gram negatif. Hal ini disebabkan mereka memiliki kesamaan molekuler dengan bakteri Gram positif.


Anggota filum ini meliputi bakteri Streptococcus penyebab radang tenggorok. Bakteri-bakteri yang menghasilkan yoghurt dengan menghasilkan asam laktat juga merupakan bakteri Gram positif.


Bakteri Gram positif juga ada yang menghasilkan antibiotik. Beberapa jenis hidup di rongga mulut dan saluran pencernaan. Contoh bakteri ini adalah Streptococcus dan Lactobacillus.


  • Spirochetes

Spirocheta beranggotakan bakteri-bakteri Gram negatif, berbentuk spiral, dan merupakan organisme heterotrof. Beberapa jenis Spirocheta merupakan organisme aerob, beberapa jenis lainnya merupakan organisme anaerob.


Spirocheta hidup secara bebas, bersimbiosis, atau sebagai parasit. Salah satu contoh Spirocheta adalah Treponema palladium, penyebab penyakit menular seksual sifilis.


  • Cyanobacteria

Cyanobacteri adalah nama ilmiah untuk ganggang biru. Dinamakan demikian karena jenis yang pertama kali dikenali berwarna biru kehijauan. Ganggang biru ada yang bersel satu (uniseluler) dan ada yang bersel banyak.


Selain itu, ganggang biru ada yang berbentuk benang (filamen) dan ada yang hidup berkoloni. Ukuran selnya bervariasi dari 0,5 – 60 mm.


Ganggang biru mampu melakukan fotosintesis karena memiliki klorofil a dan karotenoid yang mengandung pigmen fikobilin.


Pigmen fikobilin merupakan gabungan pigmen fikosianin (berwarna biru) dan pigmen fikoeritrin (berwarna merah).


Pigmen fikosianin umumnya lebih dominan sehingga ganggang biru tidak terdapat di dalam kloroplas, tetapi terdapat di dalam membran tilakoid.


Sebagian besar ganggang biru memiliki semacam selubung berlendir yang disebut kapsul. Kapsul merupakanbahan dari polisakarida atau lendir yang berfungsi untuk pertahanan dan memudahkan pergerakan. Ganggang yang hdiup di darat memiliki kapsul yang berpigmen.


Reproduksi pada ganggang biru dilakukan dengan beberapa cara, yaitu pembelahan biner, pembelahan majemuk, fragmentasi, dan pembentukan akinet (spora istirahat).


Sumber: https://iglo.co.id/dead-effect-apk/