Klien Krisis

Klien Krisis

Klien Krisis

Klien Krisis

Apabila seseorang menghadapi musibah, seperti kehilangan orang yang dicintai, diperkosa dll, yang dihadapkan pada konselor untuk diberi bantuan agar jiwanya stabil dan mampu menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru. Beberapa gejala klien krisis :

  1. Tertutup, atau menutup diri dengan dunia luar
  2. Amat emosional, tidak berdaya, bahkan histeri
  3. Kurang mampu berpikir rasional
  4. tidak mampu mengurus diri dan keluarga
  5. membutuhkan orang yang amat dipercayai

Lindeman (1944) melukiskan karakteristik individu yang mengalami duka cita yang mendalam sebagai berikut :

  1. Keadaan fisik yang menderita, sesak, tidak bisa tidur, kehilangan nafsu makan, pencernaan terganggu, lemah, sesak nafas.
  2. Perasaan hampa, tegang, kelelahan (exhaustion), hilang rasa kehangatan dan menjauh dari orang banyak
  3. Kadang-kadang keasyikan dengan khayal kematian
  4. Kadang-kadang timbul perasaan bersalah terhadap kejadian atau kegagalan yang dialami, atau menyalahkan diri secara berlebihan.
  5. Berubah pola kegiatan, gelisah, tanpa arah, mencari aktivitas tapi tanpa motivasi untuk meneruskannya.

Tujuan utama membantu klien yang mengalami kesedihan mendalam (grief) adalah :

  1. Agar klien menerima kesedihannya secara wajar
  2. Agar klien dapat mengekspresikan (mengungkapkan dengan bebas) segala rasa kesedihan
  3. Menghilangkan ingatan terhadap almarhum
  4. Membentuk lagi lingkungan yang baru aga dapat melupakan almarhum
  5. Membentuk relasi (kawan/sahabat) yang baru

Menurut Brammer (1979) ada tiga langkah penting untuk membantu klien krisis :

  1. Tentukan lebih dahulu konsdisi krisis itu, seberapa parah keadaan itu. Konselor menentukan tipe bantuan yang amat dibutuhkan klien saat itu berdasarkan penilaian awal tentang kondisi krisis klien
  2. Tentukan sumber-sumber yang dapat membantu klien secepatnya, misalnya saudara, teman, kelompok dan bantuan apa yang dapat mereka berikan untuk klien.
  3. Bantuan dalam bentuk pertolongan langsung, konselor memberi peluang agar kepada klien bisa menyalurkan perasaannya seperti rasa takut, rasa bersalah dan amarah. Konselor dapat memberikan bantuan psikologis dengan penyaluran dan penyadaran akan emosional
  4. kemudian membawa klien ke alam nyata, kepada kondisi dan relasi yang baru

Sumber : https://andyouandi.net/