Macam-Macam Abortus, Menstrual Regulation, dan Eugenetika

Macam-Macam Abortus, Menstrual Regulation, dan Eugenetika

Macam-Macam Abortus, Menstrual Regulation, dan Eugenetika

Macam-Macam Abortus, Menstrual Regulation, dan Eugenetika

Abortus ada dua macam yaitu;

Abortus spontan (spontaneous abortus), ialah abortus yang tidak disengaja. Ini terjadi karena penyakitsyphilis, kecelakaan, demam panas hebat, sakit ginjal,  dl.

Abortus yang disengaja (abortus provokatus / induced proabortaion), ada dua jenis:

Abortus artificialis therapicus, yaitu abortus yang dilakukan oleh dokteratas dasar indikasi medis, jika aborsi itu tidak dilakukan maka akan membahayakan nyawa si ibu. Dikalangan ulama aborsi jenis ini disebut dengan Isqath Al-Dharuri (aborsi darurat / atau aborsi pengobatan)

Abortus provokatus criminalis, ialah abortus yang dilakukan tanpa indikasi medis. Ini bertujuan untuk meniadakan hasil hubungan seks luar diluar perkawinan atau untuk mengakhiri kehamilan yang tidak dikehendaki. [2]

Pandangan Hukum Islam

Para ulama telah sepakat mengatakan bahwa pengguguran kandungan (aborsi) sesudah ditiupkan roh (setelah 4 bulan kahamilan) adalah haram, tidak boleh dilakukan karena perbuatan tersebut merupakan kejahatan terhadap nyawa.

Sedangan pengguguran kandungan sebelum ditiupkan roh pada janin yaitu sebelum berumur 4 bulan, para ulama berbeda pendapat tentang boleh atau tidaknya melakukan penguguran tersebut.

Muhammad Ramli dalam kitabnya

Muhammad Ramli dalam kitabnya Al-Nihayah tidak boleh aborsi sebelum janin berumur 4 bulan, dengan alasan karena belum ada mahkluk yang bernyawa. Abu Hanifah memenadang dalam usia tersebut janin masih sedang mengalami pertumbuhan.

Sedangkan  Ibnu Hajar dalam kitabnya Alhfah

Sedangkan  Ibnu Hajar dalam kitabnya Alhfah, Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulum al-Din, Syekh Syaltut dalam kitabnya al-Fatawa, mereka mengharamkan pengguguran kandungan sebelum ditiupkan roh, karena sesungguhnya janin pada saat itu sudah ada kehidupan yang patut dihormati, yaitu dalam hidup pertumbuhan dan persiapan  pengguguran kandungan pada masa perkembangan kandungan, mereka jinayah makim meningkat perkembangan kandungan,makin meningkat pula jinayahnya dan yang paling besar jinayahnya adalah sesudah lahir kandungan dalam keadaan hidup.

Sumber : https://www.dosenmatematika.co.id/