Orientasi Baru Konsep Akselerasi Pembelajaran

Orientasi Baru Konsep Akselerasi Pembelajaran

Orientasi Baru Konsep Akselerasi Pembelajaran

Dengan adanya pembelajaran yang

membosankan dan monoton maka harus ada perubahan yang perlu dilakukan mencakup pengayaan strategi dan metode pembelajaran yang dapat menjadi praktik pembelajaran, dan menjadikan semua proses pembelajaran yang menyenangkan dan dapat membuat semua siswa berkreasi dengan pengetahuan yang di pelajarinya.


Akselerasi pembelajaran sebagai cara untuk menciptakan aktivitas belajar menjadi sebuah proses yang menyenangkan. Akselerasi pembelajaran merupakan pendekatan belajar yang lebih maju dari pada yang digunakan saat ini. Akselerasi pembelajaran berdasarkan riset terakhir tentang perkembangan otak dan belajar. Saat ini akselerasi pembelajaran dilaksanakan dengan memanfaatkan metode dan media yang bervariasi dan bersifat terbuka serta fleksibel.


Akselerasi pembelajaran merupakan sebuah pendekatan alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah-masalah yang terkait dengan pembelajaran disekolah karena akselerasi didasari oleh beberapa faktor diantaranya adalah: keterlibatan total individu akan meningkatkan hasil belajar, konsep mengenai belajar bukan merupakan proses yang bersifat pasif dalam menyimpan pengetahuan tetapi proses aktif menciptakan pengetahuan, kolaborasi diantara siswa akan meningkatkan hasil belajar, dan juga peristiwa belajar yang menekankan pada belajar aktivitas jauh lebih efektif dari pada belajar yang menekankan pada aktivitas presentasi.


Akselerasi pembelajaran membuat proses pembelajaran menjadi lebih fleksibel, menyenangkan, berpusat pada tujuan yang jelas, berpusat pada aktivitas, menggunakan mental emosional dan berdasar pada hasil. Akselerasi pembelajaran menggunakan strategi kognitif atau menggunakan prinsip konstruktivisme yang menekankan perkembangan konsep dan pengertian serta pengetahuan yang mendalam.


Terdapat beberapa pandangan dari segi psikologi behavioristik terhadap akselerasi pembelajaran. Piaget, membedakan beberapa aspek kognitif yang disebut fase sensor motor, pra-operasional konkrit dan operasional normal. Menurut Piaget, anak dapat berpikir logis bila dihadapkan dengan peristiwa yang konkrit, akan tetapi ia tidak mampu memperlihatkan pikiran logis bila menghadapi masalah yang mengandung unsur-unsur simbolis. Perbedaan dalam perkembangan persiapan anak disebabkan oleh perbedaan dalam keterampilan intelektual yang telah dipelajari sebelumnya. Dengan demikian perlulah dipenuhi prasyarat untuk melaksanakan tugas atau memecahkan masalah tetentu. Pada prinsipnya seorang anak kelas empat sedang dapat diajarkan berpikir abstrak asal ia menguasai prasyarat-prasyarat untuk itu.


Selanjutnya Skinner berpandangan bahwa perilaku adalah gerakan dari suatu organisme yang dikerangkanya diatur oleh kekuatan-kekuatan dari luar. Belajar menurut Skinner merupakan perubahan respons dari orang yang belajar dan perubahan itu disebabkan oleh proses pengkondisian. Kesimpulan itu didapatkan dari analisis hasil-hasil eksperimen tentang perilaku, pada umumnya belajar merupakan hasil proses penguatan. Perilaku dapat dibentuk dari usaha penguatan yang sesuai. Dalam dunia pembelajaran, kegiatan pembentukan pengetahuan ini melibatkan penguatan atas yang direncanakan. Skinner menyebutkan bahwa setelah pembelajaran teori maka harus ada peraktikum sebagai penguatan.


Selain itu ada pula pandangan dari psikologi kognitif mengenai pembelajaran akselerasi. Gagne menyebutkan terdapat sistematika lima jenis belajar yaitu informasi verbal, kemahiran intelektual, belajar dibidang kognitif, pengaturan kegiatan kognitif, keterampilan motorik, dan belajar dibidang sensorik. Sikap belajar dibidang dinamik efektif psikologi kognitif merupakan salah satu cabang dari psikologi umum dan mencakup studi ilmiah tentang gejala-gejala kehidupan mental atau psikis sejauh berkaitan dengan cara manusia berpikir, seperti terwujud dalam memperoleh pengetahuan mengolah kesan-kesan yang masuk melalui penginderaan, menghadapi masalah problem untuk mencari suatu penyelesaian, serta menggali dari ingatan pengetahuan dan prosedur kerja yang dibutuhkan dalam menghadapi tuntutan hidup sehari-hari.


Psikolog kognitif Amerika serikat berpegang pada suatu kerangka teoritis yang dikenal dengan nama “pemrosesan informasi”, yang didalamnya berpikir digambarkan sebagai satu rangkaian kejadian atau peristiwa dalam otak yang meliputi urutan langkah pengolahan informasi dari saat diterima sampai saat dilepaskan lagi. Setiap langkah pengolahan merupakan suatu proses penanganan informasi tersendiri, yang memegang peranan terbatas dalam keseluruhan proses pengolahan informasi.


Baca Juga :