Pemerintah mendorong rencana untuk menggunakan mobil listrik untuk tahun 2030. Namun, rencana tersebut saat ini masih terfokus pada aturan insentif.

Menurut direktur industri maritim, peralatan transportasi dan peralatan pertahanan, manajemen umum ILMATE Putu Juli Ardika, pengembangan mobil listrik pada dasarnya membutuhkan dukungan dari berbagai lembaga. Karena mobil listrik masih baru di Indonesia.

“Kenyataannya, semua ini membutuhkan dukungan semua pihak (institusi), tetapi harus meyakinkan karena hal baru itu tidak mudah”, dijelaskan dalam diskusi tentang mobil listrik pada Senin dan CNN Indonesia, Atlet Century Hotel, Senayan, Jakarta. , Kamis (4/10/2018).

Selain itu, terungkap bahwa kemajuan pengembangan mobil listrik saat ini masih dalam proses pemberian insentif dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Di Kementerian Keuangan, itu masih dalam pembahasan (aturan insentif),” katanya.

Putu mengungkapkan bahwa insentif yang dimaksud adalah pajak. Ini dilakukan agar harga mobil listrik bisa lebih mudah diakses karena hingga saat itu mereka masih dikenakan pajak penjualan untuk barang mewah (PPnBM).
Menurut Putu, konsep pajak yang diinginkan akan didasarkan pada perhitungan penggunaan emisi. Semakin kecil emisi yang dihasilkan, semakin rendah pajak yang akan dihasilkan.

“Ini ada hubungannya dengan cubic centimeters (CC) dan CC terkait dengan mobil mewah dan terkait dengan harga saat ini,” lanjutnya.

Sementara itu, ia memastikan bahwa konsep insentif yang diinginkan disetujui oleh Kementerian Keuangan. Dengan cara ini dia berharap bahwa rencana untuk menggunakan mobil listrik dapat segera dilaksanakan.
“Kami mendiskusikan kemarin bahwa kami bertemu secara informal, dia mengatakan bahwa jalan itu baik-baik saja untuk konsep itu,” tutupnya.Namun, rencana tersebut saat ini masih terfokus pada aturan insentif.
Menurut direktur industri maritim, peralatan transportasi dan peralatan pertahanan, manajemen umum ILMATE Putu Juli Ardika, pengembangan mobil listrik pada dasarnya membutuhkan dukungan dari berbagai lembaga. Karena mobil listrik masih baru di Indonesia.

Sumber : rentalmobillampung.co.id