Pemerintahan yang Berdaulat

Pemerintahan yang Berdaulat

Pemerintahan yang Berdaulat

Pemerintahan yang Berdaulat

Istilah Pemerintah merupakan terjemahan dari kata asing Gorvernment (Inggris), Gouvernement (Prancis) yang berasal dari kata Yunani κουβερμαν yang berarti mengemudikan kapal (nahkoda). Dalam arti luas, Pemerintah adalah gabungan dari semua badan kenegaraan (eksekutif, legislatif, yudikatif) yang berkuasa memerintah di wilayah suatu negara. Dalam arti sempit, Pemerintah mencakup lembaga eksekutif saja, dan pengertian Pemerintah secara umum adalah lembaga atau orang yang bertugas mengatur dan memajukan negara dengan rakyatnya. sedangkan istilah Kedaulatan  adalah kekuasaan tertinggi di suatu negara yang berlaku terhadap seluruh wilayah dan rakyat negara itu sendiri. Maka Pemerintahan yang berdaulat adalah Pemerintahan yang memiliki kekuasaan tertinggi dalam mengatur rakyat dan negaranya baik internal maupun eksternal tanpa ada campur tangan dari pihak manapun ( negara manapun).

2.  Unsur terbentuknya negara secara Deklaratif

Unsur deklaratif merupakan suatu bentuk pengakuan negara lain yang menjadi tanda suatu negara baru yang memenuhi persyaratan konstitutif di terima menjadi anggota negara baru dalam pergaulan antara negara. Dipandang dari sudut hukum internasional, faktor pengakuan sangat penting, yaitu untuk:

  • tidak mengasingkan suatu kumpulan manusia dari hubungan-hubungan internasional.
  • menjamin kelanjutan hubungan-hubungan intenasional dengan jalan mencegah kekosongan hukum yang merugikan, baik bagi kepentingan-kepentingan individu maupun hubungan antarnegara.

Ada berbagai alasan mengapa negara perlu mengakui keberadaan lain :

  1. Negara tersebut telah syah memenuhi persyaratan berdirinya suatu negara.
  2. Negara tersebut secara ekonomi mampu memegang peranan penting dalam dunia perekonomian secara global maupun intern.
  3. Negara tersebut mampu secara politik untuk berperan dalam global maupun intern.

Pengakuan terbentuknya suatu negara baru di bagi menjadi 2 yaitu pengakuan secara de facto dan de jure :

1. Pengakuan secara de facto adalahpengakuan menurut kenyataan bahwa suatu negara telah berdiri dan menjalankan kekuasaan sebagaimana negara berdaulat lainnya. Pengakuan secara de facto mempunyai 2 sifat  yaitu :

  • Bersifat Tetap artinya Pengakuan dari negara lain terhadap suatu negara hanya bisa menimbulkan hubungan politik dan perdagangan.
  • Bersifat Sementara artinya Pengakuan suatu negara terhadap negara lain tanpa melihat bertahan atau tidaknya negara tersebut di masa akan datang.

2. Pengakuan secara de jure adalah pengakuan secara hukum bahwa suatu negara telah berdiri dan diakui kedaulatannya berdasarkan hukum internasional. Pengakuan secara de jure juga mempunyai 2 sifat yaitu :

  • Bersifat Tetap artinya Pengakuan dari negara lain akan berlaku selama – lamanya setelah melihat jaminan bahwa negara tersebut akan stabil dan  dapat berdiri dalam waktu yang lama.
  • Bersifat Penuh artinya Terjadi hubungan negara dengan saling mengakui dan diakui meliputi hubungan  dalam bidang politik, ekonomi, dan perdagangan.

Sumber : https://freemattandgrace.com/