Pencegahan Stunting pada Anak

Seseorang yang merasakan stunting, situasi pertumbuhannya tidak dapat dikembalikan lagi ke suasana semula. Sehingga lambatnya laju perkembangan yang terjadi pada masa-masa balita itu akan terus berlanjut sampai dewasa.

Sekalipun ketika dewasa kita memberinya makanan bergizi tinggi, pertumbuhannya tetap tidak bakal maksimal laksana pada anak-anak umumnya. Agar laju perkembangan yang terhambat itu tidak terjadi pada buah hati Anda, inilah pencegahan stunting yang bisa dilakukan:

Pencegahan pada ibu hamil
Memberikan nutrisi dan membetulkan gizi ibu hamil adalahpencegahan stunting yang sangat efektif, sebab sebagian besar permasalahan stunting memang dibuka sejak bayi terdapat dalam kandungan. Jika berat ibu hamil tidak cukup atau mengalami tidak cukup energi kronis, maka perlu diserahkan asupan ekstra pada ibu hamil. Di samping itu, ibu hamil pun perlu mendapat vitamin tambah darah paling tidak 90 tablet sekitar masa kehamilan.

Pencegahan stunting ketika bayi lahir
Setelah persalinan yang dibantu oleh dokter kandungan atau bidan yang terlatih, segera kerjakan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Berikan melulu ASI khusus hingga bayi berusia enam bulan.

Pencegahan pada bayi umur 6 bulan sampai 2 tahun
Berikan MPASI (Makanan Pendamping ASI) bernutrisi tinggi semenjak usia 6 bulan sampai lebih dari 2 tahun. Serta, berikan imunisasi-imunisasi dasar yang diperlukan pada usianya.

Pencegahan berkelanjutan
Terapkan perilaku hidup sehat dan bersih pada masing-masing anggota keluarga, seperti: membasuh tangan sebelum makan, mengkonsumsi air bersih, mencuci diri sesudah buang air kecil maupun besar, mencuci peralatan santap dan perlengkapan masak sesudah digunakan, dan mencuci toilet secara rutin.

Pencegahan stunting pada anak tidak saja tanggungjawab ibu saja, namun pun seluruh anggota keluarga. Oleh sebab itu, mari ajak keluarga guna lebih peduli pada kesucian dan kesehatan bersama.

Sumber : http://joomfans.com/?o=www.pelajaran.co.id