Pengerian Filsafat dan Filsafat Pendidikan

Pengerian Filsafat dan Filsafat Pendidikan

Pengerian Filsafat dan Filsafat Pendidikan

Pengerian Filsafat dan Filsafat Pendidikan

PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT PENDIDIKAN

Pengertian Filsafat

Muhammad Noor Syam menjelaskan bahwa filsafat adalah suatu lapangan pemikiran dan penyelidikan manusia yang amat luas (komprehensif).
Hasbullah Bakry (1970:9) bahwa ilmu filsafat merupakan suatu ilmu yang memepelajari segala sesuatu secara mendetail mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikat yang dapat dicapai akal manusia dan bagaimana tentang sikap manusia semestinya ketika memperoleh pengetahuan.

Barnadib (1994:11) filsafat diartikan antara lain sebagai ilmu yang berupaya memahami semua hal yang muncul didalam keseluruhan ruang lingkup pandanagn dan pengalaman umat manusia.

Harol Titus dalam pengertian yang lebih luas mengemukakan pengertian filsafat, yaitu: Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara kritis.

Filsafat ialah

Filsafat ialah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang sangat kita junjung tinggi.
Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan
Filsafat ialah analisa logis dari bahasan serta penjelasan tentang arti konsep.
Filsafat ialah sekumpulan problema-problema yang langsung mndapat perhatian manusia dan dicarikan jawabannya oleh ahli filsafat (Jalaluddin dan Said, 1994:9).
Nasution (1973:24) filsafat ialah berfikir menurut tata tertib (logika), bebas (tidak terikat pada tradisi, dogma, serat agama) dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai ke dasar- dasar persoalan.
Hasan Shadily (1984:9) mengatakan bahwa filsafat  menurut asal katanya adalah cinta akan kebenaran. Denagn demikian dapat ditarik suatu pengertian bahwa filsafat adalah cinta kepada ilmu pengetahuan atau kebenaran, suka kepada hikmah dan kebijaksanaan.

Jujun S. Suriasumantri filsafat adalah

Jujun S. Suriasumantri filsafat adalah cara berfikir radikal, sistematis, menyeluruh dan mendasar untuk sesuatu permasalahan yang mendalam.
Cicero: Filsafat adalah sebagai “ibu dari semua seni” (the mother of all the arts) ia juga mendefinisikan filsafat sebagai art vitae (seni kehidupan )
Johann Gotlich Fickte: Filsafat sebagai Wissenschaftslehre (ilmu dari ilmu-ilmu , yakni ilmu umum, yang jadi dasar segala ilmu. Ilmu membicarakan sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Filsafat memperkatakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu mencari kebenaran dari seluruh kenyataan.

Imanuel Kant: Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yg didalamnya tercakup empat persoalan, yakni: Apakah yang dapat kita kerjakan? (jawabannya metafisika); Apakah yang seharusnya kita kerjakan (jawabannya Etika );  Sampai dimanakah harapan kita? (jawabannya Agama );  Apakah yang dinamakan manusia? (jawabannya Antropologi )
Salam (1988:5) bahwa filsafat adalah  suatu ilmu pengetahuan yang dapat dicapai dengan budi pekerti.

Notonegoro: Filsafat menelaah hal-hal yang dijadikan objeknya dari sudut intinya yang mutlak, yang tetap tidak berubah, yang disebut hakekat.
Paul Nartorp: Filsafat sebagai Grunwissenschat (ilmu dasar hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia dengan menunjukan dasar akhir yang sama, yang memikul sekaliannya .

Pengertian Filsafat Pendidikan

Berbagai pengertian (defenisi) tentang filsafat pendidikan yang telah dikemukakan oleh para ahli:

John Dewey

John Dewey, filsafat pendidikan merupakan suatu pembentukan kemampuan dasar yang fundamental, baik yang menyangkut daya pikir (intelektual) maupun daya perasaan (emosional), menuju ke arah tabi’at manusia, maka filsafat bisa juga diartikan sebagai teori umum pendidikan.

Barnadib

Barnadib (1993:3) mempunyai versi pengertian atas filsafat pendidikan yakni ilmu yang pada hakikatnya merupakan jawaban dalam bidang pendidikan. Bermakna, bahwa filsafat pendidikan merupakan aplikasi sesuatu analisa filosofis terhadap bidang pendidikan.
Brubache (Arifin, 1993:3) bahwa filsafat pendidikan adalah seperti menaruh  sebuah kereta didepan seekor kuda dan filsafat dipandang sebagai bunga, bukan sebagai akar tunggal pendidikan. Filsafat pendidikan itu berdiri secara bebas dengan memperoleh keuntungan karena punya kaitan dengan filsafat umum.
Yahya Qohar (1983) filsafat pendidikan adalah filsafat yang bergerak dalam lapangan pendidikan.

Baca Juga :

SEJARAH MASUKNYA ISLAM DI EROPA

Kandungan dan Manfaat Kulit Jeruk Bagi Kesehatan

Pentingnya Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar

Perkembangan Islam di Berbagai Negara Eropa