Perkembangan Islam di Berbagai Negara Eropa

Perkembangan Islam di Berbagai Negara Eropa

Perkembangan Islam di Berbagai Negara Eropa

Perkembangan Islam di Berbagai Negara Eropa

Kehadiran bersejarah umat Islam berabad-abad yang lampau mempunyai peran yang besar dalam transformasi peradaban Eropa. Negara-negara Eropa seperti Jerman, Belanda, Belgia, Inggris, dan bahkan Norwegia dan Swedia menerima banyak pengaruh Islam.

1. Di Spanyol atau Andalusia

Di Spanyol atau Andalusia pada tahun 1975 sekelompok pemuda masuk Islam, mereka mendirikan masyarakat muslim di Cordova. Kemudian pada tahun 1978 mereka dapat melaksanakan Shalat Idul Adha di Kathedtral (bekas masjid) setelah memohon izin Uskup Cordoba Monseigneur Infantes Floredo. Bahkan, walikota Tulio Anguila melaksanakan teori kerukunan beragama. Ia menawarkan umat Islam menggunakan taman kota dengan diberi kemah besar untuk melaksanakan shalat Idul Adha dan shalat berjamaah. Disana terdapat madrasah yang dikelola Dr. Umar Faruq Abdullah yng mengajar bahasa Arab, ilmu Al Qur’an, tafsir, fiqih, hadis dan lain sebagainya.

2. Di Belgia

Di Belgia, berdiri pula gedung Islamic Center sebagai pusat kegiatan dakwah Islam. Jumlah umat Islam disana sekitar 150.000 orang. Pada tahun 1980 di Brussel diselanggarakan Mukhtamar Islam Eropa.

3. Di Austria

Di Austria, pada awala abad 15 H. Pada tahun 1979 dibuka Islamic Center di kota wina yang dapat menampung 30.000 jamaah, dilengkapi masjid jami’, perpustakaan Muslim’s Social Service, madrasah dan perumahan imam. Agama Islam diakui agama resmi setelah Kristen.

4. Di Belanda

4. Di Belanda, tepatnya di kota Almelo telah dibangun sebuah masjid yang megah. Di kota ini pula telah dibentuk federasi organisasi Islam dipimpin Abdul Wahid Van Bomel (bangsa Belanda asli). Bomel memperjuangkan agar buruh-buruh muslim yang umumnya dari Asia Selatan dan Afrika supaya diberi kesempatan melakukan shalat lima waktu. Tanggal 14 oktober 1983 di kota Redderkerk dibangun sebuah masjid yang dapat menampung 500 jamaah dilengkapi ruang diskusi, ruang tamu, tempat wudhu, dan lain sebagainya.. sepanjang 30 tahun terakhir, jumlah umat Islam telah membengkak dari hanya beberapa ratus orang menjadi lebih dari 800 ribu orang. Awalnya, hanya terdapat sebuah masjid di Belanda, namun kini terdapat hampir 200 musholla dan masjid di negara ini, yang semuanya mendapat sambutan luas dari masyarakat.
5. Inggris, termasuk salah satu negara yang cukup bagus pengembangan Islamnya. Hal ini didukung dengan kepeloporannya dalam pemindahan Universitas Islam Toledo di Spanyol ke Inggris. Sejak itu Inggris mempunyai Universitas Cambridge dan Oxford. Mozarabes salah satu tokoh yang amat berjasa dan aktif dalam penyebaran ilmu pengetahuan agama Islam. Ia mengganti namanya menjadi Petrus Al Ponsi, dan beliau menjadi dokter istana Raja Henry I. Pengembangan Islam dilakukan tiap hari libur, seperti hari Sabtu dan Ahad baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Beberapa organisasi Islam yang ada di Inggris. arus imigrasi kaum muslimin ke Eropa pasca Perang Dunia Kedua telah meningkatkan populasi umat Islam di negara ini dan kini, jumlah mereka lebih dari dua juta orang.
6. Roma merupakan negeri pusat agama Katolik, disana berdiri ± 917 gereja khatolik, protestan, ortodhox, yunani maupun synagoge. Perkembangan Islam dinegeri itu tidak seperti negara-negara Eropa lainnya. Meskipun demikian, sejak tahun 1984 umat Islam berhasil meletakkan batu pertama pembangunan masjid di taman Morst Antene di Pariali, yakni suatu daerah yang tertib di roma. Selama ini umat Islam di Italia baru memiliki mesjid di kota Catania Sicilia, dan pertengahan tahun 1995 mesjid bantuan Arab Saudi itu telah diresmikan pemakaiannya. Jumlah umat Islam di Roma sekitar 30.000 orang, sedang di Italia (selain Roma) berjumlah 29.000 jamaah.
7. Populasi umat Islam di Jerman merupakan kelompok ketiga terbesar selepas kaum Protestan dan Katolik. Namun demikian, peningkatan jumlah umat Islam di Jerman sangat cepat, sehingga saat ini kira-kira 40 persen umat Islam yang tinggal di Jerman berusia bawah 18 tahun. Menurut data statistik tahun 1995, jumlah umat Islam yang tinggal di Jerman sekitar 2 ,7 juta jiwa. Besarnya populasi muslim di Jerman membuat mereka berubah menjadi sebuah kekuatan yang tidak bisa dipandang enteng. Menurut Klaus Lagenvis, seorang pakar undang-undang Jerman, masjid Jerman merupakan tempat bagi kaum muslimin dari berbagai kelompok untuk saling menyatukan diri dan meraih rasa percaya diri.
8. Perancis termasuk sebuah negara Eropa yang mempunyai jumlah umat Islam yang besar di negaranya karena hubungan sejarahnya dengan sebagian dunia Islam. Islam merupakan agama terbesar kedua di Perancis setelah Katolik. Umat Islam di negara ini terdiri dari hampir 6 juta orang. Beberapa waktu terakhir ini, pemerintah Perancis telah memberlakukan undang-undang diskriminatif terhadap umat Islam, yaitu melarang kaum perempuan muslim yang menggunakan jilbab memasuki lembaga-lembaga pendidikan. Namun demikian, keteguhan hati kaum muslimah Perancis untuk tetap mengenakan jilbab dan terus berjuang menuntut dibebaskannya penggunaan jilbab, justru telah membuat ajaran Islam semakin tampil cemerlang. Perhatian masyarakat Barat terhadap kasus pelarangan jilbab malah membuat mereka tertarik untuk mempelajari Islam.

Sumber: https://sel.co.id/