Pingsan saat Hamil: Penyebab, Cara Mengatasi, & Cara Menghindarinya

Pusing sepanjang kehamilan merupakan kondisi yang umum. Kondisi ini bisa sebabkan vertigo, lemah, hingga pingsan. Apakah pingsan saat hamil berbahaya? Simak berbagai penyebab pingsan dan cara mengatasinya berikut ini!

Penyebab Pingsan Saat Hamil
Berikut adalah lebih dari satu kondisi yang bisa sebabkan pusing hingga pingsan saat hamil:

1. Perubahan Hormon dan Turunnya Tekanan Darah
Perubahan hormon dan turunnya tekanan darah adalah kondisi yang lazim berlangsung terhadap trimester kehamilan.

Kondisi ini bisa sebabkan pusing hingga sebabkan pingsan saat hamil. Perubahan kadar hormon menunjang tingkatkan aliran darah didalam tubuh untuk menunjang bayi berkembang didalam rahim. Meningkatnya aliran darah ini kebanyakan sebabkan tekanan darah turun dan sebabkan hipotensi.

Pusing hingga pingsan adalah tanda-tanda tekanan darah rendah yang memadai umum. Gejala ini kebanyakan keluar disaat Anda bergerak dari berbaring atau duduk ke berdiri bersama dengan cepat.

Pemeriksaan tekanan darah mutlak untuk dijalankan tiap tiap jalankan pengecekan kehamilan rutin.

2. Hiperemesis Gravidarum
Pingsan saat hamil terhitung bisa disebabkan oleh komplikasi kehamilan yang disebut hiperemesis gravidarum.

Hiperemesis gravidarum kebanyakan berlangsung terhadap awal kehamilan disebabkan oleh perubahan kadar hormon. Kondisi ini bisa sebabkan mual dan muntah ekstrem sepanjang kehamilan yang bisa sebabkan Anda kesulitan makan dan minum.

Jika tidak diatasi, kondisi ini bisa sebabkan pusing, pingsan, atau bahkan penurunan berat badan sepanjang kehamilan.

3. Kehamilan Ektopik
Kondisi lain yang bisa sebabkan pusing hingga pingsan saat hamil sesudah itu adalah kehamilan ektopik.

Selain pusing dan pingsan, Anda terhitung bisa merasakan tanda-tanda lain seperti sakit perut dan pendarahan vagina. Kehamilan ektopik adalah kondisi di mana telur yang dibuahi menempel di area lain di luar rahim, paling sering di anggota tuba fallopi.

Kondisi ini sebabkan kehamilan tidak sangat mungkin untuk dilanjutkan. Cara menanggulangi kondisi ini adalah bersama dengan jalankan prosedur atau mengkonsumsi obat untuk menghilangkan telur yang udah dibuahi tersebut.

4. Gula Darah Tinggi atau Diabetes Gestasional
Gula darah sangat tinggi sepanjang kehamilan bisa mengindikasikan diabetes gestasional.

Kondisi ini terhitung kebanyakan sebabkan pusing dan bisa sebabkan pingsan sepanjang kehamilan. Umumnya diabetes gestasional keluar terhadap trimester ke dua kehamilan. Penyebabnya adalah karena perubahan hormon merubah cara tubuh didalam memproduksi insulin.

Ibu hamil yang didiagnosis diabetes gestasional kudu memeriksakan gula darah secara rutin dan menekuni diet ketat dan juga olahraga rutin.

5. Dehidrasi
Penyebab pingsan saat hamil sesudah itu adalah dehidrasi.

Dehidrasi yang berlangsung terhadap awal kehamilan bisa berlangsung akibat mual dan muntah yang berat, namun dehidrasi terhadap trimester akhir disebabkan karena keperluan air tubuh yang makin lama meningkat.

Setiap orang miliki keperluan air yang berbeda-beda, tetapi asupan 8-10 gelas sedikitnya per hari direkomendasikan. Selain mencukupi keperluan cairan, ibu hamil terhitung kudu menegaskan keperluan kalori harian terjaga.

6. Anemia
Kekurangan asam folat dan zat besi sepanjang kehamilan bisa sebabkan anemia atau kurangnya jumlah sel darah merah sehat didalam tubuh.

Anemia bisa sebabkan pusing hingga pingsan dan lebih dari satu tanda-tanda lain seperti lelah, pucat, atau sesak napas. Kondisi ini bisa berlangsung terhadap trimester berapa saja sepanjang kehamilan.

Jika Anda mengalami kondisi ini, dokter kemungkinan bakal menyarankan untuk menyita sampel darah untuk mengukur kadar zat besi dan memantau kondisi Anda.

7. Kepanasan
Ibu hamil bisa lebih gampang merasakan panas dari biasanya.

Kondisi ini kebanyakan terhitung makin lama meningkat sejalan bersama dengan bertambahnya usia kehamilan. Kepanasan bisa sebabkan pusing hingga pingsan. Ibu hamil sebaiknya menjauhkan kepanasan dan melacak udara segar untuk menghindar pingsan akibat kepanasan.

8. Tekanan terhadap Rahim
Tekanan terhadap rahim terhadap trimester ke dua hingga tiga bisa sebabkan tekanan terhadap rahim yang bakal menghimpit pembuluh darah. Ketika hal ini terjadi, Anda bisa sebabkan pusing hingga pingsan. Kondisi ini lebih lazim berlangsung kalau bayi berukuran besar.

Cara Mengatasi Pingsan Saat Hamil
Pingsan bisa berlangsung secara tiba-tiba, tetapi bisa terhitung ditandai bersama dengan lebih dari satu tanda-tanda pada mulanya seperti berkeringat, telinga berdengung, dan pernapasan yang cepat dan dalam.

Jika tanda-tanda seperti yang disebutkan di atas muncul, berikut adalah cara yang bisa dijalankan untuk memulihkan kesadaran Anda:

Jika Anda sedang berada di posisi berdiri, segera cari area untuk duduk atau berbaring miring. Tahan posisi berikut hingga tanda-tanda idamkan pingsan hilang. Hindari berdiri karena bakal lebih beresiko jika kesadaran hilang disaat Anda berdiri dan kemudian jatuh.
Jika Anda mulai idamkan pingsan disaat sedang berbaring telentang, segera tukar posisi tidur jadi miring. Tidur telentang sangat tidak direkomendasikan sepanjang kehamilan trimester ketiga.
Mencegah Pingsan Saat Hamil
Ibu hamil bisa menerapkan lebih dari satu hal untuk bisa menjauhkan pingsan. Beberapa tips ini terlebih kudu diperhatikan oleh ibu hamil yang miliki lebih dari satu kondisi yang bisa sebabkan pingsan seperti yang udah disebutkan di atas.

Berikut adalah lebih dari satu cara menghindar pingsan sepanjang kehamilan:

Jangan berdiri sangat lama
Jika berdiri, pastikan Anda senantiasa bergerak untuk tingkatkan sirkulasi darah
Bergerak perlahan disaat bakal berdiri dari duduk atau berbaring.
Hindari tidur telentang mulai dari trimester ke dua hingga melahirkan.
Jaga pola makan bersama dengan makanan gizi sesuai untuk menjauhkan menurunnya kadar gula darah.
Minum air putih yang memadai untuk menjauhkan dehidrasi.
Konsumsi suplemen dan obat sesuai bersama dengan saran dokter.
Gunakan busana yang nyaman yang tidak bakal sebabkan Anda kepanasan atau kesulitan bernapas.
Jika Anda mengalami pingsan sepanjang kehamilan, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk menegaskan penyebabnya. Jika udah tahu penyebabnya, dokter bakal menyarankan penanganan yang sesuai mulai dari obat, suplemen, atau bisa terhitung berbentuk perubahan style hidup.

Baca Juga :