PM Inggris Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Myanmar

Naypyidaw, Perdana Menteri (PM) Inggris, David Cameron, jalankan kunjungan bersejarah ke Myanmar. Kunjungan PM Cameron ini merupakan kunjungan perdana menteri negara Barat yang pertama kali di dalam lebih dari satu dekade paling akhir sejak pendudukan militer di Myanmar.

Tiba di Myanmar, PM Cameron segera bersua bersama Presiden Myanmar Thein Sein di kediaman kepala negara di Naypyidaw. Presiden Sein pun memberi sambutan hangat dan menyebut kunjungan Cameron ini sebagai peristiwa bersejarah bagi Myanmar.

“Kami sangat bahagia dan terdorong oleh pernyataan Anda terhadap upaya Myanmar untuk mendorong demokrasi dan HAM,” ujar Presiden Sein kepada Cameron, layaknya dilansir oleh AFP, Jumat (13/4/2012).

Inggris, yang merupakan bekas penjajah Myanmar, awalannya mengimbuhkan respons keras melalui sanksi tentang praktek pelanggaran HAM yang dulu berlangsung di Myanmar. Namun, saat ini Inggris dinilai menjadi melunak terhadap Myanmar.

“Negara ini sangat penting. Selama lebih dari satu dekade mengalami kesengsaraan di bawah kediktatoran yang brutal dan terhitung sangat-sangat miskin. Sekarang tersedia pemerintah yang memperlihatkan komitmennya terhadap reformasi, dan menjadi jalankan lebih dari satu langkah, dan saya pikir sangat tepat untuk berkunjung ke sini dan mendorong langkah-langkah tersebut,” tutur PM Cameron.

Setelah kurang lebih 40 menit jalankan obrolan yang diikuti makan siang bersama Presiden Sein, PM Cameron lantas bertolak ke kota Yangon. Di Yangon, Cameron dapat bersua dan bersua bersama tokoh pro-demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi.

Saat berada di Jakarta, Cameron sempat memuju Suu Kyi sebagai aktivis veteran yang inspirasional. “Contoh yang baik bagi setiap orang di dunia yang merindukan kebebasan, demokrasi, dan kemajuan,” puji Cameron.

Pasca pemerintah junta militer ditumbangkan tahun lalu, sejumlah pejabat tinggi asing berkunjung berkunjung ke Myanmar. Beberapa di antaranya yakni Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton dan Menlu Inggris William Hague.

Namun, PM Cameron merupakan satu-satunya kepala pemerintah yang berkunjung berkunjung ke Myanmar sejak junta militer menjadi berkuasa terhadap tahun 1962 silam dan membuat Myanmar terisolasi berasal dari negara Barat sepanjang nyaris 1/2 abad. Bahkan, Cameron merupakan PM Inggris satu-satunya yang dulu berkunjung ke Myanmar sejak negara ini merdeka terhadap tahun 1948.

Baca Juga :