Polwan Mengajar, Ilmunya Lebih Berasa

Polwan Mengajar, Ilmunya Lebih Berasa

Polwan Mengajar, Ilmunya Lebih Berasa

Polwan Mengajar, Ilmunya Lebih Berasa

Kenapa pemahaman berlalu lintas itu kurang diminati di sekolah? Karena yang mengajarkan materinya adalah guru mereka yang di sekolah itu. Akan berbeda hasilnya jika yang memaparkan langsung adalah polisi. Apalagi polisi wanita (Polwan) nan cantik, pasti siswa tidak akan beranjak dari bangkunya.
Polwan mengajar PAUD
BERI WAWASAN: Personil Polwan Satlantas Polres Tegal mengajarkan lalu lintas untuk siswa PAUD.

”Saya menantang para polwan yang cantik ikut mengajar. Kalau guru PKN

(Pendidikan Kewarganegaraan, red) yang mengajar materi ini, biasa saja. Tapi jika polwan langsung yang mengajar, auranya pasti berbeda,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Murlan di usai menandatangani nota kesepahaman antara Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin dan Satlantas Polresta Banjarmasin, di halaman kantor Disdik, Jalan Pierre Tendean, Kota Banjarmasin, Senin (1/2).

Pernyataan Murlan itu sebagai bentuk tawaran kepada Satlantas Polresta Banjaramasin untuk mau mengajarkan ilmu keselamatan berlalu lintas. Dalam nota kesepahaman itu, salah satu poinnyamemasukan materi ketertiban berlalu lintas dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN).

Menurut Murlan, Polwan sudah akrab dengan persoalan keselamatan berlalu lintas. Pengalaman akan lebih mengena disampaikan ke pelajar. ”Kalau yang mengajar pelaku lapangannya langsung, lebih terasa,” imbuhnya.

Wakalantas Polresta Banjarmasin, AKP Berlian Hartono merasa tertantang atas

tawaran tersebut. Dia berjanji akan menyampaikan pendapat itu ke pimpinannya. ”Nanti saya sampaikan ke atasan. Kalau oke, ayo kita jalankan,” tegasnya.

Berlian Hartono menyebutkan nota kesepahaman sangat penting bagi siswa. Sebab saat ini kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu pemicu kematian yang cukup tinggi di Indonesia. ”Angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia tinggi sekali. Ibaratnya lebih banyak dari korban perang. Yang miris, korbannya sebagian usia produktif. Dari usia 17-20 tahun. Bayangkan nasib bangsa kita kalau ini dibiarkan,” tegas Hartono.

Untuk itu nantinya dalam materi keselamatan berlalu lintas itu nantinya akan memuat

pelatihan pelajar dalam PKS (Patroli Keamanan Sekolah), sahabat polisi untuk siswa TK dan SD, dan program Police Goes to School dan Police Goes to Campus. Dalam program tersebut nantinya sekolah mengirimkan pelajarnya untuk dilatih oleh Polantas.

 

Sumber :

https://gumroad.com/l/permonthblog