Proses Jalannya Revolusi Rusia

Proses Jalannya Revolusi Rusia

Proses Jalannya Revolusi Rusia

Proses Jalannya Revolusi Rusia

Revolusi Rusia yang berlangsung pada 1917 terbagi dalam 2 fase.

a. Revolusi Februari 1917
Revolusi ini dimotori oleh orang-orang Kadet, Mensheviks, & Bolsheviks. Tujuannya adalah untuk menggulingkan Tsar. Revolusi dimulai di Petrograd (sekarang Leningrad) berupa demonstrasi yang menuntut turunnya Tsar, diikuti oleh pemogokan di perusahaan-perusahaan. Tentara yang diperintahkan menembaki para pemogok & demonstran berbalik menembaki opsir-opsirnya sendiri. Revolusi berdarah pun meletus. Tsar ditawan & dipaksa turun takhta.
Usai revolusi, pemerintahan sementera dibentuk. Kaum Kadet memegang pimpinan. Namun, kaum Kadet tidak mengadakan perubahan-perubahan yang sesuai seperti tuntutan rakyat. Alasannya adalah kekhawatiran bahwa perubahan-perubahan itu hanya akan menambah kacau keadaan. Kaum Mensheviks dipimpin Karensky lalu menggulingkan kaum Kadet & memegang pimpinan pemerintahan. Program kaum Mensheviks adalah, pertama-tama, menjunjung kembali kehormatan Rusia yang telah merosot karena kekalahan-kekalahan dalam perang, & kemudian baru mengadakan perombakan atas sistem pemerintahan dalam negeri. Bentuk negara diubah menjadi republik, kemudian diadakan serangan besar-besaran terhadap Jerman. Sayangnya, serangan tersebut gagal sama sekali. Rakyat yang jenuh pada peperangan kehilangan kepercayaan pada pemerintahan Mensheviks. Memanfaatkan keadaan ini, kaum Bolsheviks tampil ke muka & memberi janji-janji kedamaian serta pembagian bahan makanan & tanah kepada rakyat.
b. Revolusi Oktober 1917 (Revolusi Komunis)
Pada tanggal 10 April 1917, Lenin kembali ke Rusia dari perantauannya ke Jerman, Prancis, Inggris, Austria, & Swiss sejak 1907. Pada tahun yang sama, Leon Trotsky (Bronstein) tiba di Rusia dari Amerika. Kedua orang ini lalu menjadi motor penggerak kaum Bolsheviks yang berpaham komunis di Rusia. Ketika kaum Kadet & Mensheviks bergulat dengan revolusi cara mereka, gerakan bawah tanah kaum Bolsheviks secara diam-diam mempersiapkan revolusinya sendiri. Mereka membentuk pemerintahan sendiri, tentara sendiri (yang disebut Pasukan Merah), & menyebarkan propaganda antipemerintah borjuis. Pada saat pemerintahan Mensheviks kehilangan kepercayaan rakyat, kaum Bolsheviks memanfaatkannya dengan segera merangkul rakyat. Mereka menganjurkan para petani agar membagi-bagikan tanah & menganjurkan para buruh untuk menyita pabrik-pabrik. Pendekatan ini mendapat dukungan & simpati dari rakyat. Dimulailah revolusi kedua ala Bolsheviks. Revolusi kedua ini dimulai dari Petrograd lagi. Tentara & angkatan laut di Petrograd memihak Lenin, disusul dukungan dari tentara-tentara Difron.
Pada tanggal 25 Oktober 1917, pemerintahan Mensheviks digulingkan & kaum Bolsheviks mengambil alih kekuasaan pemerintahan. Setelah itu, segera diadakan perubahan-perubahan besar.
  1. Diadakan perundingan perdamaian dengan Jerman yang melahirkan perjanjian perdamaian Brest Litovsk (1918).
  2. Segala utang piutang pemerintah Tsar dihapuskan & bank dimonopoli negara.
  3. Tanah dibagi-bagikan kepada petani & buruh menyita pabrik-pabrik.
  4. Bahan makanan dikerahkan & dibagi-bagikan kepada rakyat. Revolusi yang kedua ini berjalan & berhasil dengan baik, sehingga kaum Bolsheviks mendapat kedudukan yang kuat.

Intervensi negara-negara asing (1918)

Setelah kaum Bolsheviks memegang pemerintahan Rusia, para pengikut Tsar yang masih setia berusaha melakukan pemberontakan. Mereka menyebut dirinya kaum Rusia Putih (lawan dari kaum Bolsheviks yang disebut kaum Rusia Merah/Komunis). Mereka dipimpin oleh Jenderal Denikin & Wrangel. Sekutu (Inggris, Amerika Serikat, Prancis, & lain-lain) segera memihak kaum Rusia Putih, tidak semata-mata karena mereka antikomunis, melainkan juga dikarenakan adanya kekhawatiran menghadapi penghentian perang antara Rusia & Jerman. Inggris, Amerika Serikat, & Prancis menyerbu Rusia dari arah timur (Vladivostok), utara (Murmansk), barat (Estonia & Turki), & selatan (Laut Kaspia). Akan tetapi karena front-front negera-negara pengintervensi ini terpisahpisah jauh & kurang sekali adanya koordinasi antara front-front tersebut, intervensi ini gagal. Kaum Rusia Putih rontok & lebur. Sekeluarnya dari perang saudara antara Rusia Putih & Rusia Merah, kaum Bolsheviks menjadi semakin kuat & bersatu.
Akibat-akibat Revolusi Komunis 1917

Revolusi yang dilakukan kaum Bolsheviks membawa akibat;

  1. Dihapuskannya pemerintahan Tsar yang kolot untuk selamanya. Pemerintahan diubah dengan sistem satu partai (pemerintahan dipegang oleh satu partai). Cobalah bandingkan dengan sistem satu partai di Jerman (Hitler dengan NAZI-nya) & di Italia (Mussolini dengan fasismenya).
  2. Timbulnya demokrasi Soviet sebagai lawan dari demokrasi liberal. Demokrasi liberal / parlementer dianggap Lenin kurang demokratis sebab biasanya parlemen diduduki oleh orang-orang dari kelas menengah ke atas, sementara rakyat jelata tidak tahu apaapa. Lenin lebih suka membentuk dewan-dewan rakyat (Soviet) yang mewakili suara masyarakat terbawah. Dewan-dewan rakyat ini kemudian akan memilih di antara mereka untuk menjadi wakil dalam dewan rakyat yang lebih tinggi. Mekanisme yang sama berlanjut hingga ke tingkat paling tinggi.
  3. Modernisasi Rusia maju dengan pesat, terutama dalam bidang industri & pertanian. Dalam kurun waktu lebih kurang 40 tahun, Rusia mulai dapat menyamai negara-negara industri lainnya di Eropa Barat & Amerika.
  4. Meluasnya komunisme di seluruh dunia. Hingga kini komunisme menjadi factor kekuatan politik dunia yang perlu diperhitungkan.

Pemerintahan Lenin (1917 – 1924)

Selama masa pemerintahan Lenin, terjadi hal-hal sebagai berikut;
  1. Pembentukan komintern (Komunis Internasional). Pada 1919 dibentuk Komintern yang bertugas memimpin partai-partai komunis di seluruh dunia. Komintern dilebur pada 1947 karena berbau imperialism Rusia & digantikan oleh Cominform (Communist Information) yang merupakan pusat propaganda komunisme di seluruh dunia.
  2. Pembentukan Uni Soviet. Sebelum 1922, Rusia terdiri dari beberapa negara kecil yang bersatu di bawah bendera Federasi Republik-Republik Soviet Sosialis Rusia (FRSSR). Pada 1922, federasi ini diubah menjadi uni & disebut Uni Republik-Republik Soviet / Union of Soviet Socialist Republics (USSR). Kekuasaan pemerintahan terpusat pada pemerintahan pusat.
  3. Sistem perekonomian komunis. Ketika Lenin memegang pemerintahan, Rusia hendak disusun menjadi seratus persen komunis. Semua hasil produksi, baik industri maupun pertanian, harus diserahkan kepada negara. Nantinya negara yang akan membagi-bagikannya dengan adil. Akan tetapi, para petani kaya (kulak) menolak menyerahkan segala hasil buminya kepada negara. 
  4. Para petani juga tidak mau menanam lebih dari apa yang mereka butuhkan untuk hidup sebab sebanyak apa pun mereka menanam, hasil yang mereka dapatkan sama saja. Akibatnya, pertanian menjadi kacau & bahaya kelaparan mengancam. Pada 1921, Lenin mengubah kebijakan ekonominya & menggantinya dengan NEP (New Economical Policy) di mana hasil bumi boleh dijual dengam bebas. Namun, untuk menyaingi sistem pertanian bebas yang dipraktikkan para kulak, diadakan pula pertanian kolektif (kolkhoz) & pertanian negara (sovkhoz) untuk menyaingi pertanian bebas dari para kulak. NEP ini terbukti berjalan dengan baik. Para kulak makin terdesak & semakin banyak petani yang menggabungkan diri dalam kolkhoz. Lenin meninggal dunia pada 1924. Jenazahnya dimakamkan di dekat Kremlin dalam sebuah musoleum (makam yang indah) di mana setiap tahun rakyat Rusia dapat melihat wajah “Bapak Komunisme Rusia”.

Keadaan dalam negeri usai pemerintahan Lenin

Dua orang calon pengganti Lenin, Stalin & Trotsky memiliki pemahaman yang berbeda mengenai komunisme. Trotsky bermaksud mengobarkan revolusi dunia untuk menciptakan masyarakat komunis di seluruh dunia. Baginya, kaum buruh lebih penting daripada kaum lainnya. Adapun Stalin berkehendak untuk memperkukuh dahulu komunisme di Rusia sebelum meluaskan paham itu ke seluruh dunia. Baginya, buruh & kaum tani sama pentingnya. Stalin mengizinkan kaum komunis menggunakan modal asing & ahli-ahli ilmu pengetahuan dari negara-negara kapitalis untuk mencapai tujuannya. Salah satu contoh adalah dibuatnya perjanjian Prancis–Rusia pada 1923. Kebijakan Stalin memperoleh dukungan luas, sehingga ia dipilih menjadi pemimpin Uni Soviet menggantikan Lenin. Trotsky dibuang ke luar Rusia & kemudian dibunuh di Meksiko (1940).
Stalin meneruskan politik ekonomi Lenin sampai 1927. Kemudian, ia menyusun Rencana 5 Tahun untuk mengembangkan perekonomian Rusia. Rencana 5 Tahun yang pertama (1927 – 1932) adalah industrialisasi Rusia secara besar-besaran & modernisasi pertanian. Rencana ini nampaknya berjalan dengan baik, disusul dengan ditiadakannya kulak & mengubah seluruh sistem pertanian menjadi kolkhoz & sovkhoz. Rencana 5 Tahun yang kedua (1932 – 1937) dibuat untuk menyempurnakan yang pertama. (https://bandarlampungkota.go.id/blog/pancasila-sebagai-dasar-negara/)
Pemerintahan Stalin merupakan pemerintahan yang otoriter. Ia bercita-cita menjadi penguasa mutlak. Rasa rendah diri menyebabkan Stalin selalu curiga kepada siapa pun. Stalin dapat berkuasa mutlak di Rusia karena sifatnya yang licik, penuh tipu daya, serta tega mempecundangi lawan-lawan politiknya. Ia meninggal pada 16 Maret 1953. Ia tidak menunjuk pengganti, sehingga timbullah persaingan antara Nikita Khrushchev & Leonid Brezhnev. Khrushchev keluar sebagai pemenang, namun digulingkan pada 1964.
Salah satu peristiwa mencolok selama karir Khrushchev adalah kritiknya yang menyerang Stalin dalam pidato yang disampaikannya pada Kongres Partai Komunis ke- 20 pada 1956. Pidatonya ini tidak diterbitkan di Uni Soviet sehingga disebut “pidato rahasia”. Kritik tersebut diikuti kampanye anti-Stalin, pencabutan gambar-gambar & patung Stalin, serta dikeluarkannya jenazah Stalin dari dalam musoleum di Lapangan Merah untuk dimakamkan di pemakaman umum. Konstitusi Stalin 1936 digantinya dengan konstitusi baru (1977). Isinya yang pokok adalah rakyat boleh menyuarakan pendapatnya secara bebas.