RSTKA Kembali Berlayar ke Kepulauan Indonesia Timur

RSTKA Kembali Berlayar ke Kepulauan Indonesia Timur

RSTKA Kembali Berlayar ke Kepulauan Indonesia Timur

RSTKA Kembali Berlayar ke Kepulauan Indonesia Timur

Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) kembali berlayar dalam dharma bakti kesehatan di daerah kepulauan Indonesia Timur.

Kali ini Kapal RSTKA berlayar dari Surabaya menuju 6 pulau di Manggarai Barat yakni Pulau Komodo, Rinca, Papagaran, Labuan Bajo, Baleng, dan Longgos dari (5-15/8/2019). Setelah itu, berlayar lagi menuju Pantat, Alor (21-24/8/2019), Kupang (26-27/8/2019) dan Rote, Rote Ndao (28-31/8/2019).

Kemudian pada September ini diteruskan menuju Sabu Raijua (3-6/9/2019), Sumba (09-14/9/2019), Ende (16-19/9/2019) dan terakhir di Belu (21-25/9/2019). Seperti yang diketahui bahwa fasilitas kesehatan di daerah kepulauan khususnya bagian timur masih sangat terbatas dan juga transportasinya masih sangat sulit, fasilitasnya juga sangat terbatas.

“Untuk wilayah kepulauan apalagi pilihannya selain ke perahu, karena kalau kita

menggunakan jalan darat tidak mungkin, jalan udara juga tidak semua tempat mempunyai fasilitas itu, maka pilihan terbaik berikutnya adalah jalan laut yaitu mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah Indonesia Timur terutama dengan menggunakan perahu,” ujar Direktur Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga yang diwakili oleh dr.Yanuar Zulkifli Harun,Sp.M selaku dokter mata saat dikonfirmasi usai melakukan pelayanan kesehatan kepada pasien yang telah menjalani perasi katarak dan selaput mata di RSUD Baa, Kabupaten Rote Ndao.

Lanjut dr. Yanuar Zulkifli Harun bahwa di kabupaten Rote Ndao ini kami telah melakukan pelayanan kesehatan sejak 28-31 Agustus 2019 meliputi pemeriksaan kesehatan mata lebih dari 50 pasien dan untuk operasi katarak sebanyak 22 orang dan operasi selaput mata sebanyak 13 orang.

dr. Yanuar Zulkifli Harun juga berharap bahwa mudah-mudahan setelah ini masih ada lagi waktu untuk mendatangi tempat ini, tetapi Indonesia ini sangat luas jadi belum tahu kapan bisa tiba lagi di tempat ini.

“untuk Kabupaten Rote Ndao, ini merupakan sebuah pemicu untuk pelayanan

kesehatan dapat dikembangkan di wilayah ini sendiri” ujar dr. Yanuar Zulkifli

Lebih lanjut dr. Yanuar Zulkifli berharap bahwa kedepan mudah-mudahan banyak tenaga-tenaga kesehatan lain yang tertarik untuk hadir disini. Tidak hanya karena Rote Ndao ini sangat jauh tetapi ini salah satu batas-batas kepulauan Indonesia yang harus tetap kita pertahankan, kita bina dan kita jadikan suatu kesatuan Indonesia itu sendiri.

Dari hasil pantauan bahwa kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tim

medis dari Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga di Kabupaten Rote Ndao ini di fokuskan pada pelayanan kesehatan mata karena di RSUD Baa tidak memiliki dokter mata, dengan tim medis yang melakukan pemeriksaan sekaligus operasi mata adalah 1 orang dokter mata dari Bandung, 4 orang perawat mata dari Surabaya, 1 orang perawat anastesi dari Surabaya, kemudian yang berada di perahu Rumah Sakit Terapungnya terdapat dokter umum, dokter gigi, apoteker, dan juga terdapat dokter bedah, dokter anak, dokter kebidanan kandungan dan masih banyak lagi yang tidak hadir disini karena memang bergantian.

 

Sumber :

https://www.theamericanreporter.com/a-record-number-of-students-have-applied-in-uk-to-study-medicine/