SEJARAH MUSLIM MINORITAS DI CHINA

Sejarah Masuk dan Perkembangan Islam di China
Permulaan awal persentuhan Islam dengan China dimulai sekitar tahun 31 H/651 M yaitu ditandai dengan datangnya delegasi yang dikirimkan khalifah Usman bin Affan, Sa’ad bin Abi Waqqas. Saat itu China dalam kekuasaan Dinasti Tang, pemerintahan Kaisar Yung Way. Agar dapat masuk ke China, Sa’ad bin Abi Waqash membawa misi dagang dan juga misi diplomatik. Hubungan dagang di China pada abad ke-7 ini diterima oleh Kaisar Yung Way yang kemudian memerintahkan membangun Masjid di Huaisheng. Saat awal mula masuknya Islam, pemeluknya adalah orang-orang Arab dan Persia. Sementara dari masyarakat China sendiri adalah suku Hui yang pertama kali memeluk Islam.

Islam kemudian berkembang ke berbagai pelosok China sejak masa Dinasti Tang (581-618 M)

samapai Dinasti Ming (907-900 M). Maka, hubungan dagang antara China dan Arab meningkat pesat. Perdagangan pertama dijalankan dengan jalur laut, kemudian berlanjut dengan jalur darat. Pedagang Arab maupun Persia ini beragama Islam. Salah satu pertukaran delegasi terjadi pada 138 H/755 M saat kaisar China meminta pertolongan dari bangsa Muslim untuk memadamkan pemberontakan An-Lu-Chan. Lalu dikirimlah 4.000 pasukan Muslim yang berhasil mengalahkan pemberontak dan menetap di China. Mereka menikahi perempuan China, membangun keluarga Muslim, sehingga mampu memberikan dukungan demografi yang kuat kepada komunitas Muslim pertama di China. Selanjutnya ada 37 kali pertukaran diplomatik antara perutusan pihak Arab dan pihak China.
Kanton menjadi pusat penyebaran komunitas Muslim ke arah Hang-Chu digaris pantai utara. Mereka membangun masjid dan sekolah. Pada 259 H/ 872 M pengembara Arab Ibn Wahb mengunjungi Kanton dan bertemu Kaisar. Namun tujuh tahun kemudian, malapetaka menimpa orang-orang Muslim ketika pemberontak membakar kota dan membunuh lebih dari 100.000 Muslim. Dinasti Tang tidak selamat dalam peristiiwa ini dan jatuh pada 295 H/ 907 M.
Islam pun cukup besar berpengaruh pada masa Dinasti Ming. Kaisar pertama Dinasti ini, Ming Tsai Tsu, dan Kaisar perempuan diperkirakan telah menjadi Muslim. Kecintaan Kaisar kepada Nabi Muhammad sudah terkenal dan sangat terang-terangan. Kaisar Yung Lu (1405-32 M) menggunakan Kalender Hijriah sebagai kalender resmi China dan mengirim Duta Besar Muslim,, Chung Hu, ke beberapa negara Muslim untuk membangun hubungan yang hangat dengan mereka. Kebanyakan pejabat tinggi Dinasti Ming juga Muslim.
Selain itu ada beberapa faktor yang membuat islam begitu mudah dan cepat diterima oleh penduduk asli China. Pertama, misi para pedagang yang datang ke China lebih besar sebagai pedagang daripada misionaris (penyebar agama) karenanya, mereka tidak ditentang oleh pihak yang berkuasa, bahkan diperbolehkan untuk menetap di China dan melakukan pernikahan dengan penduduk lokal kedua. Kedua, Muslim pendatang sangat melindungi budak. Pada masa Dinasti Song, pemerintahan memberlakukan aneksasi tanah, dan beberapa petani-sewa yang kehilangan sawah akan meminta perlindungan kepada para imigrasi Muslim. Ketiga, menjalankan sekolah-sekolah. Keempat, mengikuti ujian kekaisaran.


Sumber: https://bengkelharga.com/