Salah Tebak pada Reynhard Sinaga Bergelar 3 Master dan Calon Doktor

Salah Tebak pada Reynhard Sinaga Bergelar 3 Master dan Calon Doktor

Salah Tebak pada Reynhard Sinaga Bergelar 3 Master dan Calon Doktor

Salah Tebak pada Reynhard Sinaga Bergelar 3 Master dan Calon Doktor

Bak petir di siang bolong. Komisioner KPU Wahyu Setiawan terkena OTT akibat korupsi. Tebakannya, harusnya dia orang bersih maka disuruh urus kegiatan pemiihan umum di negeri ini. Apalagi kekayaannya pun mencapai Rp. 12,8 milyar. Berarti dia kaya. Tapi kenapa masih mau korupsi? Itu namanya, kita salah tebak.
Bila punya uang atau harta Rp. 12,8 milyar, menurut Anda itu kaya atau miskin?
Buat pegawai yang puluhan tahun bekerja di perusahaan asing sekalipun, jarang yang bisa punya uang segitu banyak. Maka Wahyu Setiawan itu kaya buat mereka. Bahkan normatifnya, kekayaan segitu pasti dijawab banyak orang “kaya”, tidak mungkin miskin. Tapi kenapa dia masih mau korupsi?
Jadi intinya, hari ini banyak orang salah tebak, salah duga.
Kata banyak orang istri itu baik. Tapi faktanya di Sumut, justru istrilah yang jadi otak pembunuhan seorang hakim yang notabene suaminya sendiri. Begitu pula kasus Reynhard Sinaga, si alumni UI yang diuhukum mseumur hidup sebagai predator seks sesame jenis di Manchester Inggris. Dia itu peraih 3 gelar master di Manchester dan tengah studi doktoral di Universitas Leeds. Reynhard berarti orang pintar, tapi kelakuannya bodoh. Apa artinya? Berarti kita salah tebak.
ADVERTISEMENT
Zaman now boleh jadi era digital. Tapi justri makin banyak orang yang salah tebak, salah duga. Dikira bersih ternyata kotor. Dikira mampu memimpin ternyata binging jadi pemimpin. Seperti kasus Jiwasraya pun ada yang menebak “digondol” salah satu kontestan pilpres. Tapi nyatanya ulah perbuatan oknum salah investasi, salah produk, dan adanya kongkalikong segelintir manusia.
fb-img-1578870760237-5e1bb48f097f366720751e04.jpg
Selamat datang di era manusia salah tebak
Salah tebak alias salah sangka.

Akibat manusia seringkali memaksa pikirannya selalu benar. Dan orang lain yang

ditebak atau disangka selalu salah. Manusia yang hidup dalam teka teki memang sering salah tebak. Hal yang ditebak salah ternyata benar. Hal yang diduga benar malah salah. Manusia salah tebak.
Anehnya zaman now. Manusia salah tebak seringkali lebih galak. Lebih sangar dari yang ditebak. Dikira cowok ternyata cewek. Diduga berpendidikan seperti Reyhard Sinaga ternyata predator seks sesama jenis. Dikira orang baik ternyata tidak baik. Salah tebak, salah duga itu lumrah terjadi pada manusia siapapun. Tapi sayang, manusia seringkali lupa lagi alpa. Maka salah tebak lagi. Sungguh, harapan memang jauh dari kenyataan.

 

Hidup kok gemar salah tebak. Di angkutan umum misalnya, kita sering ketemu orang

yang berpenampilan rapi, sopan dan ramah. Pasti dia orang baik, pikir kita. Tapi begitu kita turun, dompet kita langsung hilang. Ternyata copet. Atau kita ketemu orang yang wajahnya seram bicaranya kasar, kita kira dia orang tidak baik. Ternyata, dia kerjanya menolong orang yang kesusahan. Sangat peduli kepada sesama.
Sungguh, berhati-hatilah. Agar tidak salah tebak. Karena salah tebak bisa fatal. Berapa banyak orang yang menghakimi orang lain. Tapi ternyata salah. Berapa banyak orang menduga orang lain salah. Tapi nyatanya tidak salah. Semua itu terjadi. Karena kita terbiasa salah tebak. Dan terlalu memaksa agar kehidupan berjalan seperti yang kita pikirkan. Memangnya kita siapa?

Salah tebak. Terjadi karena senjangnya antara harapan dan kenyataan. Manusia

yang menuhankan otak. Seringkali salah tebak. Di media sosial, banyak pemainya yang ingin klarifikasi tapi nyatanya menebar hoaks. Kesannya bertanya, tapi justru menghakimi, memvonis, menghujat dan membenci. Akibat salah tebak, salah duga.
Jangan sampai salah tebak.
Kalau sekedar salah tebak terhadap manusia dan dunia, mungkin tidak masalah. Tapi amat mengerikan bila salah tebak kepada Allah. Salah duga kepada Tuhan.
Berapa banyak manusia yang menganggap Allah jahat atas musibah yang menimpanya. Allah dikira pelit karena membatasi rezekinya. Salah duga karena Allah dianggap tidak mau mendengar doanya. Tapi giliran Allah memberi apapun yang diminta, justru buru-buru mengira Allah sayang padanya. Padahal itu semua, salah tebak. Salah duga kepada Allah.

 

Baca Juga :