Sebanyak 1.265 Calon Mahasiswa Baru Politeknik PU Dinyatakan Lulus Seleksi Administrasi

Sebanyak 1.265 Calon Mahasiswa Baru Politeknik PU Dinyatakan Lulus Seleksi Administrasi

Sebanyak 1.265 Calon Mahasiswa Baru Politeknik PU Dinyatakan Lulus Seleksi Administrasi

Sebanyak 1.265 Calon Mahasiswa Baru Politeknik PU Dinyatakan Lulus Seleksi Administrasi

Di era Revolusi Industri 4.0, metode perkuliahan di perguruan tinggi Indonesia harus lebih inovatif, antara lain dengan penggunaan media digital, teknologi Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AI), dan Artificial Intelligence (AI). Pembelajaran melalui video 3 Dimensi seperti yang dilakukan Universitas Pelita Harapan (UPH) di bidang kedokteran saat ini merupakan contoh yang baik untuk diterapkan di perguruan tinggi lain.

“Ini adalah satu contoh metode perkuliahaan yang dikembangkan oleh Universitas Pelita Harapan (UPH) khususnya di bidang kedokteran. Artinya, kuliah yang sudah menggunakan Artificial Intellingence (AI) atau kecerdasan buatan, kuliah yang sudah menggunakan Virtual Reality dan Augmented Reality (AR), ini harus kita dorong terus supaya mahasiswa mendapatkan proses pembelajaran yang sempurna,” ungkap Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir pada saat menyaksikan Visual Learning “The Amazing Human Brain and The Potential Catastrophe” di Cinemaxx Studio 3, Lt. 5 Plaza Semanggi, Jakarta belum lama ini.

Menteri Nasir mengungkapkan bahwa selama ini biasanya dosen membaca

kemampuan hanya 80 persen, maka hanya bisa diserap 40 persen, tetapi dengan metode pembelajaran ini kita bisa serap 100 persen dengan baik. Metode seperti ini bisa kita kembangkan secara keseluruhan dan tidak hanya di bidang kesehatan saja, harus bisa diseluruh bidang lainnya.

“Kalau metode ini sudah dikembangkan dalam bentuk film tiga dimensi (3D), seharusnya bisa dikembangkan lagi dalam metode online dan saya rasa akan jauh lebih baik kedepannya,” tutur Nasir.

Menteri Nasir menambahkan, metode pembelajaran seperti ini bisa membuat mahasiswa tidak merasa kesulitan dalam menyerap materi yang sulit sekalipun dengan metode pembelajaran yang sangat sederhana.

Menteri Nasir juga mengimbau kepada pimpinan perguruan tinggi lain untuk mulai

bergerak melakukan metode pembalajaran yang baru dan inovatif ditengah perkembangan Revolusi Industri 4.0 yang sangat ini sedang kita hadapi.

“Saya rasa perguruan tinggi harus melakukannya, kalau kita tidak punya fasilitasnya karena biaya yang sangat tinggi, untuk itu saya selalu sampaikan untuk perguruan tinggi agar melakukan kolaborasi. Kalau tidak dengan kolaborasi rasanya itu akan sulit untuk dikembangkan,” tambah Nasir.

Dirinya juga mengatakan, Kemenristekdikti juga sudah menerbitkan peraturan

kepada pimpinan perguruan tinggi untuk mengembangkan metode pembelajaran Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan memudahkan akses masyarakat untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi.

 

Sumber :

https://mi.study247.online/eportfolios/8/Home/Economic_Performers_Understanding_Anyone_Kind_Example_Role