Tiga PTN Berbadan Hukum Teken Kerja Sama Program Transfer Kredit

Tiga PTN Berbadan Hukum Teken Kerja Sama Program Transfer Kredit

Tiga PTN Berbadan Hukum Teken Kerja Sama Program Transfer Kredit

Tiga PTN Berbadan Hukum Teken Kerja Sama Program Transfer Kredit

11 perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN BH) terus mematangkan program transfer kredit. Sejumlah kampus pun sudah meneken kerja sama di bidang-bidang tertentu.

Misalnya, yang dilakukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan Institut

Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) kemarin (5/4). Dalam kerja sama tersebut, ITS akan berkolaborasi dengan IPB dalam pembelajaran di bidang teknik kelautan. Sedangkan dengan UGM di bidang industri pupuk untuk penelitian.

Rektor ITS Prof Joni Hermana menyatakan, sejatinya program transfer kredit sejak lama disepakati antar-PTN BH. Namun, hingga kini belum direalisasikan.
Tiga PTN Berbadan Hukum Teken Kerja Sama Program Transfer Kredit

Nah, dalam pertemuan 11 PTN BH pada Rabu (4/4), disepakati untuk menerapkan kerja sama lintas PTN BH. Mereka yang juga dilibatkan dalam kesepakatan yang tercapai di kampus ITS, Surabaya, pada Rabu lalu itu adalah forum rektor, guru besar, wali amanah, dan senat akademik.

Mekanisme transfer kredit itu, lanjut Joni, memperbolehkan mahasiswa yang tertarik

ingin mengambil mata kuliah (matkul) di PTN BH lain. Ketika mahasiswa sudah mengambil matkul di kampus lain dan dinyatakan lulus, mereka akan melapor ke kampus asal. Kemudian akan disetarakan dengan matkul yang ada di departemen terkait.

“Jadi, sudah dianggap kuliah sesuai SKS (sistem kredit semester) yang diambil,” jelasnya.

Joni mencontohkan kerja sama ITS dengan IPB. Saat ini IPB ingin mengembangkan

pendidikan kelautan. Namun, dibu­tuhkan dukungan di bidang ilmu kelautan. Dengan kerja sama bersama ITS tersebut, IPB tidak perlu merekrut dosen sendiri.

“Ini terobosan baru. Tidak ada lagi batas lembaga, perguruan tinggi, atau prodi. (Perkuliahan) bisa lintas prodi, lintas fakultas, bisa lintas perguruan tinggi,” kata Menristekdikti Mohamad Nasir setelah rapat bersama Komisi IX DPR, Kamis (5/4).

 

Sumber :

https://miralaonline.net/nomina-dan-pronomina-adalah/