Tokoh Adat dan Budayawan Se-Nusantara Kumpul di Kota Bogor

Tokoh Adat dan Budayawan Se-Nusantara Kumpul di Kota Bogor

 

Tokoh Adat dan Budayawan Se-Nusantara Kumpul di Kota Bogor

Sejumlah Tokoh, Raja, Sultan

Datuk, Penglisir, Pemangku Adat Istiadat, Budayawan dan Ormas Kebudayaan Daerah se-Nusantara berkumpul di Kota Bogor.

Kedatangan mereka dijamu hangat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat dalam acara Gala Dinner yang berlangsung di ruang Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Kamis (6/12/2018) malam.

Pertemuan para tokoh dan pemangku adat se-Nusantara diagendakan untuk membahas tentang penguatan budaya dan sejarah di era milenial.

Sekda Kota Bogor

Ade Sarip Hidayat mengungkapkan bahwa pihaknya mendapatkan kehormatan atas berkumpulnya para tokoh, raja, sultan, datuk, penglisir pemangku adat, budayawan dan ormas kebudayaan daerah se-Nusantara di kota pusaka ini.

“Merupakan sebuah kehormatan bagi kami Pemkot Bogor atas kedatangan para tokoh budayawan se-Nusantara ini. Kota Bogor merupakan kota pusaka yang sudah sejak lama menjadi tempat favorit untuk singgah maupun konvensi-konvensi internasional seperti APEC tahun 1994,” kata Ade saat memberikan sambutan di hadapan ratusan tokoh budaya, raja, datuk dan sultan.

Sedikit bercerita tentang Bogor

Ade menerangkan bahwa sejak dahulu kala memang pemerintahan kolonial Hindia-Belanda nyaman untuk tinggal di Bogor.

“Saat ini Istana Bogor telah dipilih oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai tempat tinggalnya, sehingga secara de facto Kota Bogor dapat dikatakan sebagai Ibu Kota Negara,” terang Ade.

Ia melanjutkan, dalam sejarahnya Kota Bogor merupakan kota pertama di Jawa Barat yang dikelola oleh sebuah pemerintahan daerah yang dibentuk oleh pemerintah Hindia-Belanda kala itu.

Jadi memang sudah ada sejarahnya

Tentu kami ucapkan selamat datang dan selamat menikmati keasrian, kesejukan dan kuliner kota hujan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Eli Yulianti dan Asisten Deputi Warisan Budaya pada Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pamuji Lestari

 

Artikel Terkait: