Uji Normalitas

Uji Normalitas

 Uji Normalitas

Uji Normalitas

1. Uji Normalitas

Uji normalitas ini digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Uji ini biasanya digunakan untuk mengukur data berskala ordinal, interval, ataupun rasio.

2. Uji Multikolinnearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas.

3. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual pada satu pengamatan yang lain.

4. Uji Autokorelasi

Pengujian ini bertujuan untuk melihat apakah dalam suatu model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya).

5. Analisis Regresi Linier Berganda

Dalam analisis regresi linier berganda di temukan persamaan, yaitu:

Y’ = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + …+BkXk + e

Keterangan :

Y = Variabel terikat

a = Konstanta

b1, b2, b3, = Koefisien regresi

X1, X2, X3 Xk = Variabel bebas

e = epsion atau variabel yang tidak diteliti

Kesimpulan

Secara umum penerapan BAPEPAM-LK dirasakan sangat kompleks, maka banyak perusahaan di Indonesia yang belum terdaftar di pasar modal (capital market) karena sebagian besar adalah perusahaan kecil/menengah. Selain itu peraturan di tiap Negara menjadi salah satu faktor yang terpengaruh, selain perbedaan struktur negara, pada negara yang sedang berkembang. Pengaruh earning per share, market capitalization, share price untuk emiten sektor aneka industri perusahaan manufaktur di BEI berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan, khususnya untuk share price dan secara substansial selaras dengan dengan peraturan BAPEPAM-LK. Hasil riset ini konsisten dengan hasil riset dari Wallace et al. (1994).

Baca Juga :