UNJ Beri Beasiswa Pendidikan bagi Atlet Asian Games

UNJ Beri Beasiswa Pendidikan bagi Atlet Asian Games

UNJ Beri Beasiswa Pendidikan bagi Atlet Asian Games

UNJ Beri Beasiswa Pendidikan bagi Atlet Asian Games

Plt Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Intan Ahmad mengatakan, pergelaran Asian Gemas 2018 lalu, Univeritas Negeri Jakarta (UNJ) memberi kontribusi luar biasa dengan mengirimkan 46 orang anggota kontingen Indonesia yang terdiri dari 33 atlet, 11 pelatih, dan 2 ofisial.

Intan menyebutkan, dari 33 atlet yang dikirim 11 di antaranya berhasil meraih enam emas dari mahasiswa maupun alumni. Para atlet yang meraih emas yakni Defia Rosmaniar cabang taekwondo, Puji Lestari (panjat dinding beregu putri) Pipiet Kamelia, Wewey Wita, Yola Primadona dan Sugianto (pencak silat).

Sementara lima perak diraih Puji Lestari (panjat dinding perorangan putri), MS Dwi

Putra (menembak), Edwin Ginanjar Rudiana (dayung), Rifda Irfanaluthfi (senam artistik) dan Emilia Nova (atletik, 100 m lari gawang). Sementara satu perunggu diraih Achmad Khulaefi (wushu).

Intan menuturkan, atas keberhasilan para atlet tersebut UNJ pun memberikan penghargaan berupa beasiswa pendidikan sesuai prestasi yang dipersembahkan. Dalam hal ini, bagi mahasiswa yang berhasil menyumbangkan emas akan mendapat beasiswa S-1 hingga magister.

Sedangkan untuk peraih perak mendapat beasiswa selama enam semester, dan

perunggu selama empat semester. Sedangkan para atlet yang telah berpartisipasi juga mendapat beasiswa kuliah gratis selama satu semester.

“Jadi atlet dan mempersembahkan medali itu keberhasilan yang luar biasa. Keberhasilan para atlet ini sangat diapresiasi, maka kami memberi penghargaan,” kata Intan pada acara Malam Apresiasi Mahasiswa UNJ yang menjadi Juara pada Asian Games 2018, di Kampus UNJ, Jakarta, Kamis, (13/9) malam.

Intan juga mengatakan, keberhasilan para mahasiswa tersebut menunjukkan

kampus berkontribusi dalam pengembangan olahraga di Indonesia. Selain itu, menjadi motivasi bagi para mahasiswa baru untuk dapat berprestasi dan memberikan yang terbaik untuk bangsa.

Selanjutnya, Intan juga mengatakan, kampus akan selalu mendukung para atlet tersebut berperstasi. Dalam hal ini, untuk persiapan turnamen selanjutnya. Kampus memberikan dispensasi berupa cuti. Namun untuk meraih gelar sarjana, para atlet tetap harus menyelesaikan pendidikan sesuai dengan ketentuan kampus.

Meski begitu, Intan mengatakan, kampus akan membantu dengan mempermudahkan para atlet untuk tetap dapat belajar di tengah kesibukannya.

 

Baca Juga :