Wagub Demiz Raih Honorary Police Kapolda Jabar

 

BANDUNG

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) meraih penghargaan Honorary Police dari Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat. Penghargaan ini diberikan atas jasa Demiz dalam kerjasama dan partisipasinya dalam pemerintahan dan pembinaan masyarakat untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polda Jawa Barat. Dia pun berhak menggunakan pin dan medali tanda jasa Honorary Police.

Kapolda Jabar Irjen Pol. Anton Charliyan

Penghargaan diberikan langsung Kapolda Jabar Irjen Pol. Anton Charliyan dalam Upacara Pemberian Police Award dan Honorary Police kepada anggota polisi dan tokoh masyarakat di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Barat, Jl. Soekarno-Hatta No. 748, Kota Bandung, Kamis pagi (9/3/17). Penghargaan ini diberikan berdasarkan Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Nomor Kep. 240/III/2017 tentang pemberian Honorary Police Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat dalam rangka pemberian penghargaan Honorary Police terhadap pimpinan TNI, Tokoh Pemerintah, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pendidikan, Tokoh Pemuda, dan Pimpinan Media Cetak Jawa Barat yang dinilai telah bekerjasama dan berpartisipasi dalam membantu tugas kepolisian dibidang yang dapat memajukan organisasi Polri dan mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Polda Jawa Barat tanggal 8 Maret 2017.

Demiz pun mengucapkan terimakasih kepada pihak Polri atas penghargaan yang diberikan kepadanya. Menurutnya, bangsa ini membutuhkan sosok figur untuk memotivasi masyarakat agar situasi keamanan tetap kondusif dan inspirasi agar masyarakat bisa melakukan hal-hal positif dikemudian hari.

Honorary Police

Selain itu, para tokoh atau figur tersebut bisa menjadi modal sosial bagi pembangunan masa depan Jawa Barat. “Jadi modal sosial ini dan juga tokoh-tokoh yang dberikan Honorary Police, saya kira bisa jadi modal sosial untuk membangun Jawa Barat ke depan. Ini sesuatu hal yang sangat positif yang harus terus menerus dilakukan dan dibudayakan,” ujar Demiz dalam kesan dan pesa yang disampaikam dalam acara pemberian penghargaan tersebut.

Police Award dan Honorary Police

Police Award dan Honorary Police ini merupakan merupakan bentuk kehormatan dan penghargaan tertinggi dari institusi Polri dan pertama kalinya digelar. Penghargaan ini diberikan oleh Kepala Kepolisian Negera Republik Indonesia (Kapolri) atas dedikasi masyarakat yang berprestasi dan memberikan kontribusi positif terhadap Polri.

 

Kapolda Jabar Irjen Pol. Anton Charliyan dalam amanatnya mengungkapkan, saat ini Polri ingin membangun kepercayaan masyarakat yang lebih. Salah satu cara untuk membangun kepercayaan dari masyarakat yaitu melalui figur atau tokoh. “Makanya dalam membangun kepercayaan ini Polri ingin punya figur. Kita tidak perlu mencari figur di luar negeri atau yang sudah tidak ada atau di luar Jawa Barat. Ternyata, di Jawa Barat juga banyak figur-figur yang bisa kita contoh,” ungkap Anton dalam amanatnya.

 

Lebib lanjut, Anton menekankan bahwa penghargaan honorary ini diberikan juga dalam rangka silaturahim. Maka dari itu, penghargaan Honorary Police  dibuat untuk semakin merekatkan rasa kekeluargaan diantara institusi polisi dengan institusi lain juga masyarakat. “Honorary Police kami anggap sebagai sebuah keluarga besar kami, figur kami. Maka sekarang rumah bapak, kantor bapak tambah satu, yaitu kantor polisi. Jadi bapak tidak usah segan-segan, kapan pun dimana pun, semua kantor polisi yang ada di Jawa Barat adalah rumah bapak, kantor bapak,” kata Anton.

Selain Wagub Demiz

tokoh lain yang mendapatkan Honorary Police, diantaranya Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Muhammad Herindra, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Setia Untung Arimuladi, Kepala Pengadilan Tinggi Jawa Barat Arwan Byrin, Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari, PRA. Arif Natadiningrat (Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon), KH. Abdullah Gymnastiar (Tokoh Agama), Desy Ratnasari (Anggota DPR RI), serta beberapa tokoh masyarakat lainnya.

 

Selain itu, diberikan pula penghargaan kepada Syafii Nurhikman dan Lupy Muhamadtollah (Siswa SMA Negeri 6 Bandung dalam tragedi teror bom Cicendo), Iwan Lamintang atau Abah Iwan (saksi mata teror bom Cicendo Bandung), serta 35 personel Polri Daerah Jawa Barat yang berprestasi dalam penanganan kasus bom panci di Taman Pendawa, Cicendo, Kota Bandung.

 

Penghargaan untuk personel polisi tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Nomor Kep. 241/III/2017 tentang pemberian penghargaan personil Polri Polda Jabar yang berprestasi tanggal 8 Maret 2017 dalam rangka memberikan semangat dan motivasi bagi personel Polri Polda Jabar.

“Mudah-mudahan dengan Police Award ini semakin meningkatkan disiplin dan aktivitas kinerja yang lebih baik dari yang lain. Jangan sampai setelah mendapatkan Police Award nanti malah melempem,” harap Anton.

 

Artikel terkait :